Generasi Milenial Wonotunggal Suka Nguri – Nguri Budaya Wayang

Batang1374 Dilihat

Batang, medianasional.id
Embrio masyarakat yang suka nguri – uri Budaya Wayang nampak terlihat sekali dalam rangka pertemuan persiapan sedekah bumi masyarakat Wonotunggal khususnya tingkat pedukuhan Wonotunggal yang berlangsung di Balai Desa Wonotunggal, kecamatan Wonotunggal. Sabtu, 2/3/2019 malam.

Agenda tahunan yang baru kembali di gugah oleh kalangan generasi Milenial Wonotunggal yang terhimpun dalam Paguyuban Seneng Budoyo Wayang ingin kembali mengguggah semangat masyarakat, Esafet tradisi masyarakat tua untuk menyelenggarakan kegiatan nguri – uri pagelaran seni dan budaya wayang.

Dalam pertemanan tersebut ada bermacam – macam usulan yang kembali muncul dari tokoh tua dan tokoh muda untuk kembali melanjutkan tradisi sedekah bumi dengan melakukan pertunjukan pagelaran wayang.

Hadir dalam acara tersebut Kaduk Wonotunggal, Mustofa, Sekdes M. Nurkholimin, SH., Ketua RT 01 hingga RT 06, Tokoh masyarakat Wardijo, Abdulmanan, Sucipto, Buchori, Munzakir, Risdiyanto, Damuri, Mulani, tokoh muda Fandrik, Dwi Setiawan dan masih banyak lainya.

M.Nurkholimin, SH selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan malam hari ini adalah menindak lanjuti gerakan masyarakat Seneng Budoyo Wayang yang telah berhasil dan sukses mengadakan pagelaran wayang di tahun 2018 lalu, Dan untuk tetap mempertahankan pagelaran wayang dalam acara sedekah bumi tingakat pedukuhan Wonotunggal pada bulan Agustus 2019 yang akan datang.

Ia pun menekankan kepada hadirin untuk tetap mempertahankan pagelaran seni dan budaya wayang dalam rangka selamatan sedekah bumi. Dengan harapan kita selaku generasi milenial agar bisa melestarikan tradisi dari leluhur kita semua, agar generasi berikutnya tetap menjaga kesenian tersebut.

Mustofa dalam kesempatan itu menambahkan, bahwa apabila masyarakat dukuh Wonotunggal menyepakati untuk tetap mempertahankan nanggap wayang dalam acara sedekah bumi maka ia mengikuti, dan mendukung sepenuhnya kesepakatan warga masyarakat dukuh Wonotunggal tersebut. (Puji_Leksono)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses