Mukomuko, redaksimedinas.com – Kejadian na’as yang terjadi sekitar pukul 04:05 wib dini hari, Kamis (11/01/2018), menimpa kendaraan roda sepuluh jenis Fusso, pengangkut Inti Tandan Buah Sawit (ITBS), yang dikedarai sopir bernama Yosrizal 45 tahun.
Kecelakaan Lalu Litas (Lakalantas) yang dialaminya tersebut, mengkibat warga Desa Dusun Baru Pelokan, kecamatan IV Koto, kabupaten Mukomuko, mengalami kerugian material. Pasalnya, dari kejadian tersebut, kios pertamini milik Agus warga setempat, menjadi tunggang langgan serta berhamburan, dan tak luput teras toko sembakonya ikut rusak, akibat hantaman Fusso tersebut. Selain itu, warung manisan milik Salju, serta satu batang pohon seris milik Dedi, sekaligus pagar Masjid Al Iklas, tidak ketinggalan menjadi sasaran mocong Fusso berukuran Raksasa tersebut.
Parahnya lagi, pasca kejadian itu, terdapat satu tiang listrik Tegangan Tinggi (TT) milik PLN Persero, ikut tumbang pada kejadiaan itu. Akibatnya, masyarakat Dusun Baru Pelokan, mengalami kekurangan penerangan, karena Litrik mulai dari Desanya itu, sampai kecamatan Lubuk Pinang, mengalami pemadaman.
Kades Dusun Baru Pelokan, Surya, membenarkan kejadian yang menimpa warganya tersebut.
Dikatakan Surya, dari pengakuan sopir (Yosrizal) itu kepada dirinya, akaibat dari kecapaian sehingga mengantuk. Akan tetapi kata Surya, dari musibah itu, untungnya tidak mengakibatkan kehilangan nyawa, baik warga setempat, maupun sopir Fusso BK 8526 CP itu. Sopir itupun, terlihat segar bugar, pasca kejadian tersebut. Menurut Kades, hanya saja kerugian meterial diperkirakan mencapai lebih kurang sekitar Rp 15 jutaan. Karena warung, teras, pagar masjid, serta kios Pertamisni, menjadi sasaran Fusso tersebut.
“Pihak yang berwajib sudah mengetahui dan datang meninjau kejadiaan itu. Akan tetapi dimintanya kami dari pihak Desa, yang limpahkannya untuk menyelesaikan persoalan itu. Kami malah senang dengan semua itu. Dan sopirnya, akan kami jaga sebaik mungkin. Karena hal itu musibah, siapa yang mau mendapatkan musibah itu, kan tidak ada. Maka persoalan tersebut, akan kami rundingkan dan musyawarahkan secara kekeluargaan. Kata sopir mobil itu, majikannya mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut”, papar Surya.
Sekedar untuk diketahui, kronologis kejadiaannya bermula, Fusso dalam keadaan kosong itu, melaju dari Padang ke arah Bengkulu. Bermaksud akan mengisi muatan inti buah kelapa sawit (Karnel) di pabrik kelapa sawit, PT Mukomuko Idah Lestari (MIL), yang berada di kawasan Sp 3 kecamata Penarik Raya. Yang berjarak kurang 70 Km, dari tempat kejadian.
Diperkirakan, mulai dari jembatan Lubuk Pelompat, Yosrizal telah mengantuk. Diduga, tak bisa menahan rasa kantuknya, sekitar 500 meter dari jembatan tersebut, terjadilah tabrakan. Kebetulan pas diseberang jalan di depan rumah milik Kades Dusun Baru Pelokan. “Sepertinya sopir itu tak kuasa menahan rasa kantuknya. Sehingga terjadilah tabarakan itu. Untungnya, tak ada kejadian yang tidak dinginkan terjadi”, pungkas Surya. (Aris)




