Festival Eroh Bebaya, Mahasiswa Angkat Budaya Lokal Wakil Bupati Kukar Bangga

Kalimantan Timur580 Dilihat

Tenggarong, medianasional.id – Mahasiswa asal Kukar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM) Kukar menggelar pentas kebudayaan bertajuk Festival Eroh Bebaya ke-5, yang didalamnya bukan hanya kesenian khas kukar, namun juga terdapat keseneian dari berbagai daerah.

Festival yang diselenggarakan di titik nol Yogyakarta, Jalan Pangurakan, Sabtu (12/8/2023) malam, disambut antusias oleh masyarakat luas. Tampak Ribuan pengunjung hadir memeriahkan festival tahunan garapan IPM Kukar tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua PKK Kukar, Fetty Puja Amelia dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Slamet Hadirahardjo.

Melihat antusiasme masyarakat, terutama para pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta, ketua panitia Festival Eroh Bebaya ke-5, Raudah Nurjanah yakin Festival Eroh Bebaya tahun selanjutnya bakal digelar lebih meriah lagi.

“Antusiasnya luar biasa, tidak hanya pengunjung dari dalam negeri, dari luar negeri juga hadir. Mereka juga ikut serta dalam permainan tradisional khas Kukar,” ucapnya.

“Tentu harapan kami tahun selanjutnya kembali bisa berjalan dan kembali bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kukar,” tuturnya.

“Sebagai generasi muda, ini salah satu cara kami untuk ikut serta melestarikan kebudayaan Kukar, dan mengenalkannya hingga ke pelosok negeri,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Festival Eroh Bebaya ke-5 mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Kukar, terutama Dinas Pariwisata. Festival Eroh Bebaya ini juga menjadi salah satu rangkaian acara pada Erau mendatang, yang akan digelar September 2023 di Kukar.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin memberikan apresiasi yang setinggi-tinggi atas suksesnya Festival Eroh Bebaya ke-5. Menurutnya, apa yang dilakukan mahasiswa Kukar di tanah rantau, membuat dirinya dan masyarakat Kukar turut bangga. Ia berterimakasih karena hal itu mengangkat kebudayaan lokal ke tingkat nasional.

“Artinya, mereka tetap ingat tanah asalnya, tidak melupakan adat istiadat, maupun kebudayaan daerah asalnya,” ucap Rendi.

“Insyallah ini adalah kegiatan yang positif, apalagi mengangkat kebudayaan daerah. Kami akan selalu suport hal-hal positif yang dilakukan anak-anak kami ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses