Empat Dukuh Terdampak, Jalan Utama Kedungoleng Amblas Akibat Longsor

Brebes, Jawa Tengah1820 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Jalan utama penghubung Paguyangan–Kedungoleng di Dukuh Karang Benda, RT 06/RW 01, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, amblas akibat tanah longsor, Rabu (29/4/2026) sore.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, badan jalan mengalami kerusakan dengan panjang amblas mencapai 10 meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman sekitar 5 meter.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Forkompinca Kecamatan Paguyangan bersama Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan asesmen awal. Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Paguyangan Andi Aziz Amin Amrulloh, S.T., Kasitrantib, perwakilan BPBD Budi Sujatmiko, serta jajaran UPTD DPU Wilayah Bumiayu yang dipimpin Kepala UPT, Srihartanti, didampingi Pengawas Ruas Jalan Mansyur, tim teknis, dan tenaga harian lepas (THL).

Kepala UPT DPU Wilayah Bumiayu, Srihartanti, mengatakan pihaknya segera melakukan pendataan sebagai dasar penanganan.

“Kami langsung turun untuk melakukan asesmen dan menghitung kebutuhan anggaran serta menentukan langkah perbaikan yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pendataan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pimpinan di tingkat kabupaten guna mempercepat proses penanganan.

“Kami akan mengambil langkah konkret agar perbaikan bisa segera direalisasikan sesuai jadwal,” tegasnya.

Sementara itu, Bendahara Desa Kedungoleng, Mulyono, menyebutkan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat di empat dukuh, 14 RT, dan hampir 400 kepala keluarga.

“Jalan ini menjadi urat nadi perekonomian warga. Kerusakan ini sangat mengganggu mobilitas, termasuk akses pendidikan siswa di SD Negeri 3 Kedungoleng, PAUD Al-Barokah, dan Madrasah Diniyah Nurul Hikmah,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Pasalnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah hingga memutus total akses masyarakat. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses