BATANG, medianasional.Id.
Tren olahraga lari yang terus berkembang dimanfaatkan secara cerdas oleh komunitas Batang Runners. Berkolaborasi dengan produsen minuman isotonik Pocari Sweat (PT Amerta Indah Otsuka), mereka sukses menggelar Mini Offline Pocari Sweat Runs di Desa Wisata (Deswita) Pandansari, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mempromosikan wilayah setempat sebagai destinasi sport tourism yang strategis.
Lebih dari 200 pelari yang berasal dari wilayah Batang dan sekitarnya memadati area persawahan hijau. Rute sejauh 5 kilometer sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman berlari yang menyegarkan, lengkap dengan pemandangan pedesaan yang asri serta gemercik air sungai yang menenangkan.
Pembina Batang Runners, Kusnin, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memberikan kesan mendalam bagi para peserta sekaligus memantik kesadaran warga lokal akan pentingnya hidup sehat melalui olahraga lari.
“Ini adalah tahun ketiga kolaborasi kami bersama Pocari Sweat. Untuk tahun keempat mendatang, kami berencana mencari lokasi yang memiliki tantangan rute yang lebih memacu adrenalin,” ujar Kusnin saat ditemui di halaman Balai Desa Pandansari.
Langkah Batang Runners ini mendapat apresiasi penuh dari Head of Area Pekalongan PT Amerta Indah Otsuka, Yemima Apriesti Dameria Surbakti. Ia menjelaskan bahwa ajang mini ini menjadi solusi bagi para pelari di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan yang belum sempat mengikuti event utama Pocari Sweat Run di Bandung maupun Lombok.
“Rute yang dipilih di Pandansari ini sangat luar biasa, kombinasi sawah dan sungguhnya sangat estetik. Ini bisa membuktikan bahwa Pandansari punya tempat yang bagus untuk menyalurkan hobi lari sekaligus berlibur. Guna mendukung kebugaran peserta dari usia anak hingga dewasa, kami memfasilitasi 20 karton Pocari Sweat dan buah-buahan segar untuk proses pemulihan ion tubuh,” tutur Yemima.
Dukungan senada juga datang dari Camat Warungasem, Asep Dwi Nugroho. Dirinya mengaku bangga karena Desa Pandansari terpilih menjadi bagian dari rangkaian event nasional yang diselenggarakan serentak di 130 kota di Indonesia ini.
“Kami optimistis ajang ini akan mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Deswita Pandansari, yang sejauh ini memang sudah sering dikunjungi warga dari kabupaten dan kota tetangga. Semoga ke depan desa wisata ini semakin dikenal luas,” harap Asep.
Menariknya, atmosfer olahraga ini juga memikat perhatian pejabat publik lainnya. Terlihat Camat Pecalungan, Adhi Bhaskoro, dan Camat Wonotunggal, Kukuh Tri Laksana, yang juga memiliki hobi berlari, turun langsung ke jalur lintasan untuk memeriahkan acara bersama ratusan anggota komunitas.






