Kukar, medianasional.id – Mengembangkan destinasi wisata unggulan daerah kembali ke primanya terus menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar). Destinasi-destinasi wisata unggulan Kukar sendiri terletak di ibukotanya, Kecamatan Tenggarong. Dan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Dispar Kukar kedepan adalah membenahi Pulau Kumala, Planetarium, Waduk Panji hingga Jam Bentong.
Kadispar Kukar, Slamet Hadiraharjo mengatakan destinasi wisata yang menjadi kewenangan pemerintah ini terus dilakukan pembenahan secara bertahap. Saat ini sendiri, Slamet mengaku Pemkab Kukar fokus dalam mengembangkan kembali Pulau Kumala. Setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 dan buka kembali pada tahun 2022 lalu. Merestorasi Pulau Kumala ke primanya menjadi misi Dispar Kukar kedepan. Selasa 9 Mei 2023.
“Ini kami terus berbenah. Seperti penataan parkir, juga rencana kita adalah membangun waterboom, memenuhi sarana prasarana (sapras), membenahi wahana didalamnya. Hingga rencana untuk membangun jembatan bagi kendaraan,” ungkap Slamet
Slamet mengatakan pembenahan ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Komitmen tinggi ini dibuktikan dengan dicanangkannya perencanaan pembangunan waterboom dan jembatan kendaraan. Slamet meyakini jika Pulau Kumala telah dilengkapi semua sapras dan fasilitas pendukungnya. “Pastinya akan menghasilkan efek domino,” katanya.
Diantaranya adalah cottage yang kembali beroperasi, jalur transportasi lebih mudah hingga kemungkinan beroperasinya Pulau Kumala di malam hari juga terlaksananya event di pulau di tengah Sungai Mahakam tersebut. Otomatis, dengan ditunjangnya sapras dan fasilitas Pulau Kumala, pengunjung wisata akan lebih membludak.
“Di Pantai Pangempang, Muara Badak pengunjung itu membludak hingga tiga ribu di malam hari karena ada event. Itu saya baru ini melihatnya di Kukar malam-malam ramai, karena biasanya hal seperti itu di Pulau Jawa saja. Ini bisa dicontoh di Pulau Kumala, tapi masih perlu sapras pendukung. Kami optimis itu bisa terwujud dan menyumbang ke pendapatan daerah,” pungkas Slamet.






