Disnakertrans Tulungagung,Siap Membentuk Tenaga Kerja yang Terampil dan Kompeten

Tulungagung662 Dilihat

Tulungagung, Medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung mengadakan kegiatan pelatihan kejuruan.

Melalui program Pemerintah guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan,Disnakertrans Kabupaten Tulungagung menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK), bagi yang minat belajar atau mendalami bidang kejuruan.

Pelatihan kejuruan berada di lingkungan gedung Disnakertrans, dan digelar selama kurang lebih 1,5 bulan.

Acara kegiatan tersebut di adakan bertujuan, setelah mengikuti pelatihan kejuruan, peserta mampu menerapkan dan mengembangkan di dunia kerja tanpa canggung dan takut.

Disnakertrans memiliki enam program pelatihan, nantinya, setelah masa pelatihan selesai setiap bidang latihan akan diadakan Uji Kompetensi (Ukom) dan mendapat sertifikat. Jadi, akan terlihat mana yang sudah mampu dan siap terjun kerja.

Kepala Disnakertrans Agus Santoso melalui KUPT Disnakertrans Final Abidin mengatakan, pelatihan yang sedang berjalan saat ini ada enam bidang kejuruan.setiap kejuruan minimal satu bulan, atau 30 hari jam kerja.

“Enam bidang kejuruan meliputi otomotif, pengelolaan administrasi perkantoran, praktek kantor, tata boga, garmen, dan desain grafis,” kata Final Abidin, Senin (1/11/2021).

Lanjutnya, tujuan diadakan pelatihan kerja, untuk menyiapkan ketrampilan para pencari kerja atau tenaga kerja yang ingin meningkatkan kompetensinya. Dalam satu bidang kejuruan sebanyak 16 peserta, untuk guru pembimbing atau instruktur pelatihan dari Disnakertrans dibantu dari LPK swasta. Usia mulai dari 18-50 tahun.

Untuk penempatan kerja setelah lulus latihan, Disnakertrans belum ada program kesitu, hanya membantu mencarikan dan memberi informasi.

“Belum ada program penempatan kerja, kita pantau untuk survey pekerjaan, kita monitor apakah sudah ada pekerjaan atau belum. Kita memberi informasi jika ada job fair atau lowongan kerja dari perusahaan lain,” tambah Final.

Untuk penilaian, diakhir kegiatan dan pelatihan diadakan ukom, kerjasama dengan penguji dari Lembaga Sertifikasi Penguji (LSP). LSP merupakan lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah untuk uji kompetensi.

“Jika dinyatakan belum kompeten, mereka bisa ikut uji kompetensi tahun berikutnya, namun, dengan biaya sendiri Karena mengikuti ukom include satu paket. Ukom ada tiga materi yang diujikan, uji materi tertulis, praktek dan wawancara. Ada penguji yang menentukan, apakah kompeten atau tidak,” tandasnya.

Sementara itu pembimbing kejuruan otomotif Anwar Ripangi menambahkan, memang kemampuan masing-masing anak berbeda, khususnya di bidang otomotif. Ada yang sudah familiar atau terbiasa, dan ada yang masih mulai dari nol. Biasanya, yang belajar dari nol akan malu dan perlu didampingi. Peserta sendiri tidak dibatasi umur, yang penting masih di umur produktif.

“Diharapkan, peserta bisa menerima apa yang disampaikan. Sehingga, kedepan bisa dimanfaatkan dalam kehidupan. Pelatihan dan ilmu yang didapat bermanfaat terutama bagi diri sendiri dan orang lain, terlebih bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya. (Arsoni)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses