KAMPAR, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) mulai memperketat pengawasan terhadap kelayakan infrastruktur pendidikan di wilayah pelosok. Hal ini ditegaskan oleh Plt Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, S.H., M.H., saat memimpin langsung aksi monitoring lapangan di Kecamatan Koto Kampar Hulu.
Kunjungan kerja ini tidak hanya difokuskan pada pemantauan persiapan TKA (Tenaga Kerja Asing/Kependidikan), tetapi juga menjadi ajang “belanja masalah” terkait kondisi fisik bangunan sekolah yang sudah termakan usia. Salah satu titik utama peninjauan adalah SD Negeri 005 Gunung Malelo.
Setibanya di lokasi, Helmi yang didampingi oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Koto Kampar Hulu, disambut langsung oleh Kepala SDN 005 Gunung Malelo, Jasnaidi, beserta jajaran majelis guru. Dalam inspeksi tersebut, Helmi menyisir setiap sudut ruangan dan bangunan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa dalam belajar.
“Kami ingin melihat secara nyata bagaimana kondisi bangunan di lapangan. Hasil dari monitoring ini akan menjadi dasar bagi kami untuk memetakan prioritas. Mana saja bangunan yang sudah tidak layak, akan segera kita input dalam usulan pembangunan atau rehabilitasi pada tahun anggaran mendatang,” tegas Helmi di sela-sela kegiatannya.
Selain SDN 005 Gunung Malelo, rombongan Disdikpora juga menyambangi dua sekolah lainnya di wilayah yang sama, yakni SD Negeri 001 Tanjung dan SD Negeri 006 Gunung Malelo. Langkah maraton ini dilakukan guna memastikan tidak ada ketimpangan fasilitas pendidikan di tingkat kecamatan.
Kepala SDN 005 Gunung Malelo, Jasnaidi, menyambut baik kehadiran pimpinan Disdikpora tersebut. Ia berharap peninjauan ini membawa angin segar bagi perbaikan sarana prasarana di sekolahnya, sehingga para guru dan siswa dapat melaksanakan aktivitas belajar mengajar dengan lebih optimal tanpa kekhawatiran akan kondisi fisik gedung.






