Nabire – Direktur PT. Putra Dewa Paniai I Dewa Rai Jagatnata, S.Pd memberikan keterangan Pers kepada rekan-rekan media di lokasi toko Roti Bread Love Nabire Sabtu (12/8), sehubungan dengan pemberitaan dibeberapa media pasca terjadinya insiden pada hari Selasa (1/8) di kampung Wagete kabupaten Deiyai Propinsi Papua.
Pak Rai panggilan akrabnya mengklarifikasi kepada awak media bahwa, “saat kejadian itu dimana salah satu masyarakat meminta bantu kepada salah satu pemborong kerja, untuk mengantarkan orang sakit ke Rumah Sakit. Kebetulan pada saat itu ada mobil pick up Hillux milik pemborong sedang parkir di tempat itu. Namun dengan alasan lain, pemborong kerja bernama Yohanes yang bukan karyawan dari PT. Putra Dewa Paniai melakukan penolakan sehingga orang sakit yang akan dibawa ke Rumah Sakit itu meninggal dunia,” ucap Rai.
Hal itulah yang menyebabkan dan memicu amuk massa, sehingga warga melampiaskan amarah mereka dengan melakukan pengrusakan fasilitas milik PT. Putra Dewa Paniai. Penyerangan terjadi setelah permintaan warga sempat ditolak oleh pemborong kerja.
“Insiden tersebut tidak ada kaitan dengan perusahaan kami, karena pemborong bukan karyawan dari PT. Putra Dewa Paniai, melainkan sebatas Subkon atau pemborong kerja. Pada saat kejadian itu, tidak ada aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan kami, karena saat itu juga karyawan sedang off,” pungkasnya.
Disinggung mengenai pemberitaan di beberapa media yang menyudutkan PT. Putra Dewa Paniai, di bantah langsung oleh Dirut. “Pemberitaan itu tidak benar, karena pada dasarnya kami sudah lama membangun komunikasi baik dengan masyarakat pedalaman. Jadi tidak mungkin hal sekecil ini kami tidak memahami apa yang diinginkan oleh warga dan keluhan mereka. Jadi Intinya pemberitaan dibeberapa media tentang nama perusahaan kami yang disudutkan itu tidak benar, karena berita tersebut saya katakan menyimpang dari fakta di lapangan dan tidak obyektif, sehingga nama perusahaan kami dicemarkan,” cetusnya.
Dengan adanya kejadian ini, mari kita ambil hikmahnya agar hal seperti ini tidak terulang lagi. Seraya menghimbau kepada pemerintah daerah maupun masyarakat agar kedepannya perlu adanya sinergitas serta sosialisasi untuk pembangunan tanah Papua yang kita cintai ini, marilah kita mempersatukan diri, saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Akhir kata I Dewa Rai berharap kepada masyarakat, kami sebagai perusahaan datang bekerja, untuk masyarakat, dan itu kami lakukan demi untuk kepentingan masyarakat, bukan semata demi memenuhi kebutuhan atau kepentingan kami secara keseluruhan, kami berupaya untuk mempercepat membangun perekonomian daerah melalui akses jalan yang kita bangun bersama,” imbuhnya. (Reoten)
Bagikan ini:
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak







