INDRAMAYU, medianasional.id – Polisi bergerak cepat meredam aksi massa akibat bentrokan fisik yang melibatkan pengelola warung kelontong asal Madura dan warga lokal (pribumi) di Desa Rambatan, Kabupaten Indramayu, Rabu sore (23/9/2026). Insiden yang sempat memicu ketegangan ini berhasil dikendalikan setelah aparat keamanan diterjunkan secara massal ke lokasi kejadian.
.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa berdarah ini bermula dari persoalan sepele. Seorang warga Madura diduga menggeber gas sepeda motornya hingga menimbulkan suara bising yang mengganggu lingkungan sekitar. Tak terima saat ditegur oleh warga setempat, pria tersebut dilaporkan langsung menyerang menggunakan senjata tajam jenis celurit dan membacok warga yang menegurnya.
.
Aksi pembacokan spontan menyulut amarah warga lokal lainnya. Massa yang geram kemudian berkumpul dan melakukan aksi balasan dengan menyerang warung kelontong milik warga Madura tersebut.
.
Menerima laporan darurat melalui layanan panggilan darurat 110, Polres Indramayu segera mengerahkan personel pengamanan. Operasi sterilisasi area ini dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo P. M., guna mencegah bentrokan meluas.
.
Mewakili institusi kepolisian, Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan bukti-bukti dari rangkaian kronologi di lapangan. Keterangan pers secara komprehensif akan segera dirilis secara resmi setelah seluruh fakta hukum rampung diperiksa.
.
Guna menjaga stabilitas keamanan daerah, Polres Indramayu mengimbau keras seluruh elemen masyarakat agar tidak terprovokasi, menahan diri dari tindakan main hakim sendiri, serta tidak menyebarkan isu ataupun informasi hoaks yang dapat mengganggu kerukunan antarwarga. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Rambatan dilaporkan telah kembali kondusif dan di bawah penjagaan ketat petugas.






