Dinkop dan UM, Melakukan Kegiatan Pelatihan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi

Tulungagung275 Dilihat

Tulungagung, Medianasional.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan UM) Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi melalui pelatihan ketrampilan olahan hasil pertanian.
Acara kegiatan rencananya di laksanakan selama dua hari,mulai tanggal (13 -14) di Hall Liiur & Cafe Jl.KHR.Abdul Fatah No.86 Tulungagung,Senin (13/9/2021).

Acara kegiatan ini di laksanakan dengan mematuhi Protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, seperti jumlah peserta yang di batasi (25 orang), wajib memakai masker,wajib cuci tangan,wajib cek suhu dan juga menjaga jarak tempat duduk.

Hadir dalam acara dari Dinas Koperasi & UM Tulungagung,Narasumber dan peserta pelatihan.

Kepala Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Tulungagung,Dr.Slamet Sunarto M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi Socanintyas WK,SH saat di konfirmasi menyampaikan Tujuan dalam kegiatan untuk anggota koperasi supaya bisa menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan ketrampilan mengolah hasil pertanian menjadi suatu produk yang mempunyai nilai jual lebih.

“Salah satu alternatif unit usaha yang bisa di kembangkan oleh anggota koperasi dan bila berkembang bisa meningkatkan pendapatan keluarga anggota koperasi”, ujarnya.

Socanintyas juga menjelaskan untuk koperasi simpan pinjam sejauh ini hanya berjalan baik jika anggota nya memiliki pendapatan tetap dan pinjaman bisa langsung di potong secara langsung sehingga kemungkinan kridit mancet sangat kecil bahkan bisa nol dan asetnya bisa terus berkembang,namun untuk koperasi simpan pinjam yang memiliki anggota yang lebih beragam dan tidak memiliki pendapatan tetap sehingga pinjaman di antara kan/ di jemput pengurus rata – rata kridit macetnya tinggi.

“Jumlah koperasi yang bergerak di usaha simpan pinjam cukup banyak sehingga memicu persaingan usaha cukup ketat, untuk itu koperasi harus mulai melirik sektor riil sebagai pengembangan usaha dan untuk koperasi yang kredit macetnya tinggi di dorong beralih ke sektor riil dengan harapan kedepannya menjadi salah satu bidang bisnis yang menguntungkan koperasi di banding Usaha simpan pinjam”, jelasnya.

Socanintyas berharap untuk anggota koperasi maupun pengurus koperasi dalam kegiatan ini bisa untuk menambah ilmu dan menambah wawasan untuk meningkatkan kinerja mereka dalam situasi pandemi ini.

“Dalam situasi pandemi ini jangan di jadikan momok,kalau bisa bagaimana untuk membangkitkan semangat dan kita jangan cuma diam saja tapi ayo kita terus berusaha untuk mengembangkan terus, seperti dalam bidang pemasaran nya bisa melalui online maupun offline”, harapnya.(Arsoni)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses