Diduga Dianiaya, Seorang Pemuda Meninggal dengan Tragis

4637 views

 

 

Lampung Selatan, medianasional.id – Nampak jelas raut sedih yang begitu dalam pada sosok wajah lelaki paruh baya itu, bagaimana tidak. Selepas ikut memeriahkan pesta pernikahan sepupu dari istri nya, Acep (45) harus merelakan anak lelakinya, Ferdiansyah (23) untuk pergi selamanya menghadap sang pencipta. Rabu (25/12).

Kepergian Ferdiansyah begitu tragis, dia harus meregang nyawa setelah kurang dari 12 jam mendapat perawatan secara intensif di RSUM di Bandar lampung.

“Korban terlalu banyak mengeluarkan darah sehingga tidak dapat tertolong,” ucap salah satu perawat di RSUM.

Kejadian bermula saat keluarga paman dari istri Acep menggelar resepsi pernikahan anaknya, lokasi resepsi persis berhadapan dengan rumah Acep di Katibung, secara kebetulan korban yang selama ini tinggal bersama neneknya di Serang Banten, pulang karena rindu terhadap ayahnya (korban adalah anak dari istri pertama Acep.Red), tiba-tiba ditemukan berlumuran darah di rumah ayahnya. Sontak saja kejadian tersebut membuat geger seisi rumah dan keluarga besar. Keluarga secepatnya membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Di rumah duka saat wartawan datang, nampak tenda dan kursi- kursi perhelatan pesta pernikahan masih di lokasi, begitu juga Jenazah korban baru saja selesai dimandikan dan dishalatkan oleh tetangga dan para warga.

“Korban dirangkul dan dipegangi oleh beberapa orang sebelum ditusuk sebanyak dua kali di bagian perut bang, usus nya sampai terburai,” ucap salah satu tetangga ayah korban yang enggan menyebutkan namanya.

Brigpol Ferdinan selaku BHABINKAMTIBMAS saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dari informasi para penganiaya serta pelaku penusukan sudah diamankan di Polsek, sementara ini sedang didalami motifnyanya oleh penyidik.

Kapolsk Tanjungan saat dikonfirmasi kejadian tersebut melalui pesan Whatsapp belum merespon.

“Pimpinan sedang sibuk ikut PAM NATARU Bang,” ucap salah satu anggota piket Polsek tanjungan. (kusnadi)

Lampung Selatan

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.