Dari UKS hingga Kompos Mandiri, Tim PKM Universitas Warmadewa Dampingi Guru SMKN 6 Denpasar Wujudkan Sekolah Sehat dan Berkelanjutan

Artikel, Bali2054 Dilihat

Denpasar, medianasional.id – Komitmen membangun sekolah sehat dan peduli lingkungan terus diperkuat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan tim dosen Universitas Warmadewa di SMK Negeri 6 Denpasar.

Program yang didanai melalui hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) tahun 2026 ini berfokus pada penguatan kapasitas guru dalam pengelolaan kesehatan dan lingkungan sekolah melalui edukasi GEMA CERMAT, penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta pelatihan pengelolaan sampah organik menjadi kompos.

Kegiatan diawali dengan sosialisai dan penjajakan awal pada tanggal 27 April 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan pada tanggal 5 Mei 2026.

Kegiatan dilakukan oleh tim dosen lintas disiplin yang terdiri atas ketua pelaksana Dr. Anak Agung Gede Indraningrat, S. Si., M.Sc dan dua orang anggota yaitu Made Dharmesti Wijaya,S.Farm.,M.Sc.,Apt dan Ir. I Gede Sutapa, M.P. Kolaborasi lintas bidang kesehatan dan pertanian tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan sekolah secara lebih menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan warga sekolah hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Menurut tim pengabdian, guru memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat dan peduli lingkungan di sekolah. Oleh karena itu, program tidak hanya difokuskan pada penyuluhan, tetapi juga pada peningkatan keterampilan praktis, pendampingan berkala, dan pemberian fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh sekolah.

Pada aspek kesehatan, kegiatan diawali dengan edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) untuk meningkatkan literasi kesehatan guru terkait penggunaan obat yang rasional dan aman. Selain itu, tim pengabdian juga melaksanakan skrining kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai bentuk deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada guru. Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, sekolah difasilitasi dengan perlengkapan UKS dan alat kesehatan sederhana agar pelayanan kesehatan dasar di lingkungan sekolah dapat berjalan lebih optimal.


Tidak hanya berfokus pada kesehatan, program ini juga menyasar penguatan pengelolaan lingkungan sekolah. Tim pengabdian memberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan mesin pencacah sampah organik, composting bag, serta starter mikroorganisme Biomi dan molase.

Guru diberikan pelatihan mulai dari pemilahan sampah organik, pencacahan bahan kompos, pencampuran bahan, hingga proses fermentasi dan pemanfaatan hasil kompos.

Selain fasilitas pengelolaan kompos, sekolah juga menerima bantuan tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman hias, dan tempat sampah terpilah untuk mendukung penataan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sehat.

Kehadiran taman TOGA diharapkan tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media edukasi kesehatan dan lingkungan bagi warga sekolah.
Kepala SMK Negeri 6 Denpasar selaku mitra kegiatan, Putu Pasek Suardiana, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pengabdian ini karena memberikan manfaat nyata bagi sekolah.

Menurutnya, program yang dilaksanakan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga disertai pelatihan, pendampingan, dan bantuan fasilitas yang dapat langsung dimanfaatkan dalam aktivitas sekolah sehari-hari. Pelatihan pengelolaan sampah organik dinilai sangat membantu sekolah dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung penataan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan hijau. Selain itu, penguatan fasilitas UKS dan edukasi kesehatan melalui program GEMA CERMAT dinilai mampu meningkatkan kesiapsiagaan guru dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Untuk memastikan program berjalan optimal, tim pengabdian melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap bulannya. Hasil monitoring pada Jumat, 5 Juni 2026 menunjukkan bahwa guru telah mampu mengelola kompos secara mandiri menggunakan fasilitas yang diberikan. Selain itu, fasilitas UKS mulai dimanfaatkan dengan lebih baik dan lingkungan sekolah terlihat semakin tertata melalui pembangunan taman TOGA dan taman hias yang dikelola bersama oleh guru.

Tim pengabdian menilai bahwa pendekatan berbasis edukasi, praktik langsung, dan pendampingan berkala menjadi faktor penting keberhasilan program. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan guru, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan.

Program PKM ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan sektor kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Penguatan kapasitas guru melalui pendekatan kesehatan dan lingkungan diharapkan mampu menciptakan ekosistem sekolah yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Ke depannya, tim PKM Universitas Warmadewa berharap program ini dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh pihak sekolah dan menjadi contoh praktik baik pengembangan sekolah sehat dan berkelanjutan di Kota Denpasar maupun wilayah lainnya di Bali.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses