Dapur MBG Yayasan Slamet Jaya Resmi Diluncurkan, Ribuan Siswa di Paguyangan Siap Terima Makanan Bergizi

Brebes, Jawa Tengah612 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Kabar menggembirakan datang bagi siswa sekolah dan madrasah di Kecamatan Paguyangan. Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Slamet Jaya resmi diluncurkan di Dusun Pesanggrahan, Desa Kretek, Minggu (1/3/2026) pukul 16.00 WIB. Program ini mulai mendistribusikan makanan bergizi kepada para siswa pada Senin pagi (2/3/2026).

Peluncuran dapur MBG ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah di wilayah Paguyangan, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

H. Ahmad Zamroni S.Ag, Mitra SPPG Yayasan Slamet Jaya, menegaskan bahwa program ini dilandasi semangat pemerataan akses gizi bagi seluruh anak.

“Kami ingin setiap anak di sini punya akses ke makanan yang sehat dan bergizi. Baik sekolah maupun madrasah yang mau atau tidak menerima, kami hormati – ini adalah proses untuk membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Peresmian dapur MBG turut diisi dengan pembacaan sholawat nabi sebagai simbol sinergi dan dukungan masyarakat terhadap program tersebut. Bangunan dapur seluas 286 meter persegi itu dirancang bukan sekadar sebagai fasilitas produksi makanan, tetapi juga sebagai model percontohan pembangunan SPPG di wilayah lain, termasuk daerah sekitar seperti Banyumas.

Ahmad Zamroni menegaskan bahwa program ini tidak berorientasi pada keuntungan. “Kami tidak mencari keuntungan dari program ini. Yang penting, manfaatnya bisa dirasakan oleh semua orang,” tambahnya.

Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut., melalui Sekcam Suripudin, S.KM., S.Kep., M.M., menyampaikan apresiasi atas berdirinya dapur MBG yang menjadi unit ke-8 di wilayah kecamatan dan satu-satunya yang berada di Desa Kretek.

Dalam sambutannya, Camat menekankan tiga poin krusial agar program berjalan optimal:

Pertama, standar gizi yang tepat. Makanan yang disediakan harus sesuai dengan ketentuan pemerintah agar benar-benar memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Kedua, kerja sama yang solid. Ia mengingatkan agar setiap persoalan diselesaikan melalui koordinasi internal, bukan melalui polemik di media sosial.

“Saya tidak ingin ada keluhan yang menyebar di media sosial dan menyebabkan konflik. Kalau ada masalah, segera koordinasikan dengan kepala sekolah atau pihak terkait – kami siap membantu,” tegasnya.

Ketiga, pemanfaatan potensi lokal. Camat mendorong agar bahan pangan dan sumber daya pendukung program memanfaatkan potensi Desa Kretek dan sekitarnya, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Jangan sampai keuntungan hanya dinikmati orang dekat saja. Semua masyarakat harus merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Acara peluncuran dihadiri puluhan tamu undangan, mulai dari tokoh pemuda desa, perwakilan pemerintah kecamatan, hingga para pendukung program MBG.

Dengan beroperasinya dapur MBG ini, diharapkan ribuan siswa sekolah dan madrasah di Kecamatan Paguyangan dapat menikmati makanan bergizi setiap hari. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas melalui intervensi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses