Cilacap, Medianasional.id – Danramil 04/Binangun Letda Czi Gunadi beserta 1 anggota yaitu Serka M. Chafidlon mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi yang dilaksanakan selama 2 hari. Untuk hari pertama telah diikuti pada hari Rabu tanggal 27 Juli 2022 di Hotel Fave Cilacap dan untuk hari ke 2, Kamis (28/7/2022) di Balai Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun.
Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi diselenggarakan BMKG Kabupaten Cilacap untuk warga Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam upaya meningkatkan edukasi dan kewaspadaan masyarakat jika terjadi bencana gempa bumi termasuk tsunami.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., P. Hd. mengatakan, program Sekolah Lapang Gempa Bumi merupakan program rutin yang disiapkan BMKG untuk masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami seperti Desa Sidaurip Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap.
“Sekolah Lapang Gempa Bumi ini sudah menjadi program rutin kami yang dilakukan di daerah rawan,” kata Dwikorita.
Menurut Dwikorita, Sekolah Lapang Gempa Bumi tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan BMKG untuk menyiapkan masyarakat agar bisa melakukan langkah penyelamatan diri jika terjadi bencana gempa bumi, termasuk yang berpotensi terjadi tsunami.
“Pada saat terjadi gempa bumi, BMKG akan melakukan pengolahan data kurang lebih selama lima menit, sebelum diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah yang terdampak bencana,” Jelasnya.
Dengan data yang diinformasikan oleh BMKG tersebut, menjadi acuan pemangku kepentingan di daerah terdampak untuk mengambil langkah antisipasi. BPBD di wilayah terdampak, bisa dengan segera membunyikan sirine agar masyarakat disekitar bisa segera melakukan evakuasi dengan cepat.
“Sekolah Lapang Gempa Bumi ini dalam upaya untuk menyiapkan Tanggap gempa bumi dan siaga tsunami di Kabupaten Cilacap. Masyarakat juga akan diberikan simulasi, pada saat terjadi bencana gempa bumi,” kata Dwikorita.
Jika masyarakat sudah memahami langkah-langkah mitigasi pada saat terjadi gempa bumi, termasuk tsunami, diharapkan proses evakuasi ke tempat aman bisa berjalan dalam kurun waktu cukup singkat, sehingga bisa mengurangi korban jiwa,” Pungkasnya.






