Dampak Covid- 19, Tradisi Syawalan Di Kaliwungu Ditiadakan, Kyai Sepuh Angkat Suara

Kendal892 Dilihat

Kendal, medianasional.id Akibat terdampak, adanya wabah covid- 19, tradisi Syawalan yang biasanya ada di Kaliwungu Kendal kini di tiadakan.

Menyikapi hal tersebut, Kyai Sepuh KH. Muhibbudin Mahfudz Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Quran Kaliwungu angkat suara.

Dirinya secara pribadi setuju dengan langkah yang diambil pemerintah, karena itu memang bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah virus covid-19 agar tidak meluas.

“Secara pribadi saya setuju, karena itu bertujuan untuk kemaslahatan orang banyak”, ujarnya.Senin, 25/05/2020.

Menurutnya untuk saat ini, lebih baik masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

“Kalau memang warga ingin tetap berziarah ke makam, silahkan lakukan secara mandiri kita tidak melarang, akan tetapi tetap  perhatikan protokol kesehatan”, tuturnya.

KH. Muhibbudin Mahfudz berharap semoga wabah covid-19, segera berakhir, sehingga warga bisa kembali beraktifitas seperti semula.

Sementara itu, Gus Tommy Anggota komisi A DPRD Kendal, yang juga warga Kaliwungu menyampaikan, keputusan pemerintah meniadakan kegiatan tradisi Syawalan di Kaliwungu sudah di koordinasikan ke semua pihak, dari tingkat pemerintah desa sampai Pemerintah Kabupaten.

“Keputusan sudah di musyawarahkan di forum, termasuk meminta pendapat para Kyai dan Ulama sepuh Kaliwungu, kalau ada yang pro dan kontra itu biasa”, tandasnya.

Diketahui, tradisi Syawalan, setiap tahun diadakan di Kaliwungu Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Biasanya, digelar di Alun-alun depan Masjid Agung Kaliwungu, seminggu setelah lebaran.

Tradisi Syawalan di Kaliwungu Kendal sendiri biasanya didatangi ribuan orang yang berziarah ke Makam Khoul Akbar Kyai Guru dan Sunan Katong, penyebar agama Islam di Kaliwungu Kendal./aero

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses