Buntut Video Viral Jamaah Umrah Asal Perampuan, Kemenhaj NTB Bakal Panggil Pihak Travel

Mataram, NTB— Menanggapi video viral di media sosial terkait dugaan jemaah umrah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terlantar di Tanah Suci, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenhaj NTB), Lalu Muhamad Amin menegaskan komitmennya untuk transparan dan bersinergi dengan media dalam mengawal setiap rangkaian perjalanan ibadah masyarakat.

Berdasarkan penelusuran, jemaah yang viral tersebut merupakan rombongan asal daerah Perampuan sebanyak 41 orang yang diberangkatkan oleh PT Asyopa Duta Mandiri (kantor cabang).

” yang terlihat di video itu adalah momen saat jemaah sedang keluar Hotel untuk pindah tempat karena masa tinggal di Hotel sebelumnya sudah habis. Jadi bukan terlantar tanpa kejelasan,” jelas Kanwil Kemenhaj NTB

Saat ini, proses kepulangan jemaah sedang berlangsung secara bertahap. Diketahui 4 orang sudah kembali ke tanah air, dan rombongan lainnya dijadwalkan terbang pada tanggal 2 mendatang setelah tiket kepulangan dipastikan.

Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhamad Amin tidak tinggal diam. Surat panggilan resmi telah dilayangkan kepada pihak travel untuk memberikan keterangan kronologis lengkap pada esok hari.

“Kami akan deteksi melalui sistem Siskopatuh. Jika ditemukan pelanggaran prosedur yang berat, kami tidak segan untuk mencabut izin operasional atau memblokir penyelenggara tersebut,” tegasnya.

Amin juga menyarankan keluarga jemaah untuk melapor ke pihak kepolisian jika ditemukan unsur pidana atau penipuan yang merugikan.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenhaj NTB) mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terburu-buru menyerahkan uang kepada biro perjalanan sebelum mengecek 5 Pasti Umrah:
Pastikan Legalitasnya, Travel harus memiliki izin resmi sebagai PPIU.

Pastikan Tiketnya, Harus ada tiket pergi dan pulang (PP) yang jelas.
Pastikan Jadwalnya, Kapan berangkat dan kapan kembali harus pasti.
Pastikan Hotelnya, Harus hotel resmi yang direkomendasikan pemerintah Arab Saudi.
Pastikan Visanya, Visa dan Nusuk harus jelas agar ibadah lancar.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenhaj NTB)
mengingatkan bahwa keberangkatan umrah sepenuhnya dikelola oleh travel (PPIU), namun pemerintah tetap berfungsi sebagai pengawas dan pelindung jemaah.
“Intinya, jangan mudah tergiur paket murah tanpa mengecek lima kepastian tadi. Kami ingin semua jemaah NTB berangkat dengan nyaman dan pulang dengan selamat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses