Bangun Lapas Humanis Sejak Dini, Raja Faisal Bekali Pegawai Magang Empat Pilar Kebangsaan

KENDAL- medianasional.id- Anggota DPR RI Raja Faisal Manganju Sitorus membekali para pegawai magang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal dengan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan melalui kegiatan sosialisasi, Rabu (17/12/2025). Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun budaya kerja lapas yang humanis dan berorientasi pembinaan sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, Raja Faisal menegaskan Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan sangat relevan diterapkan di lingkungan pemasyarakatan yang memiliki tantangan kompleks. Lapas kerap dihadapkan pada persoalan penyalahgunaan narkotika, konflik antarwarga binaan, hingga tekanan kerja tinggi yang dialami petugas dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan.

“Kurangnya internalisasi nilai kebangsaan dapat memicu ketidakpatuhan dan konflik, sehingga menyulitkan proses pembinaan,” ujar Raja Faisal yang akrab disapa Bang Raja. Ia menambahkan, penanaman nilai kebangsaan sejak masa magang penting untuk membentuk karakter petugas pemasyarakatan yang berintegritas.

Bang Raja mengungkapkan, berdasarkan studi tahun 2024, program pembinaan berbasis nilai kebangsaan terbukti mampu menurunkan tingkat residivisme hingga 30 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai ideologi dan moral bangsa memberikan dampak signifikan bagi perubahan perilaku warga binaan.

Ia menjelaskan, implementasi Empat Pilar di lapas dapat diwujudkan melalui program pembinaan karakter, pelatihan rutin bagi petugas, serta pendekatan humanis yang menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Diskusi dan refleksi bersama juga dinilai efektif untuk menanamkan nilai luhur kebangsaan secara berkelanjutan.

“Dampaknya nyata, mulai dari penurunan insiden kekerasan hingga meningkatnya kerja sama positif antara petugas dan warga binaan,” jelas anggota Komisi XIII DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah I tersebut.

Lebih lanjut, Raja Faisal menekankan peran strategis petugas lapas, termasuk pegawai magang, sebagai teladan dalam mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan melalui sikap adil, terbuka, dan empati dalam setiap interaksi sosial di lingkungan pemasyarakatan.

Meski demikian, politikus Partai Demokrat itu mengakui masih terdapat tantangan dalam penerapan Empat Pilar di lapas, seperti resistensi perubahan pola pikir warga binaan, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, serta stigma sosial terhadap mantan narapidana saat kembali ke masyarakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong pelatihan berkelanjutan, kolaborasi lintas lembaga, serta monitoring dan evaluasi program secara konsisten. “Dengan dukungan kebijakan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan komitmen bersama, penerapan Empat Pilar Kebangsaan akan menciptakan lapas yang aman, humanis, dan mendukung reintegrasi warga binaan menjadi individu yang produktif,” pungkas Bang Raja.

Sosialisasi juga diisi dengan dialog interaktif dengan peserta terkait pemahaman Empat Pilar Kebangsaan dan kehidupan sosial kemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran berbangsa dan bernegara di lingkungan pemasyarakatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses