Pasaman, medianasional.id–Sikap sederhana dan merakyat kembali ditunjukkan oleh aparatur pemerintahan di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Demi mempercepat urusan administratif warga, Wali Nagari Malampah Barat, Yuni Efendi, S.Th.I, rela memberikan pelayanan darurat di sela-sela kesibukannya dengan cara lesehan di atas lantai rumah warga. Selasa, (1/09).
Menariknya, Suasana justru sangat kekeluargaan. Berkas-berkas penting diletakkan di atas map pemeriksaan dan penandatanganan digelar di atas tikar. Suasana ruangan sederhana, sembari dilengkapi dengan jamuan oleh tuan rumah.
Terlihat jelas, Wali Nagari Malampah Barat, Yuni Efendi, S. Th. I, tampak fokus pemeriksaan dan menandatangani dokumen, tak ada jarak, tak ada sekat. Pelayanan dilakukan dengan santai namun tetap khidmat dan penuh tanggung jawab.
Menurut Wali Nagari Malampah Barat, Yuni Efendi, S. Th.I, kegiatan itu dilakukan saat di sela-sela kesibukan dalam menjalankan aktivitasnya sebagai wali Nagari Malampah Barat, “karena sifatnya mendesak dan demi kenyamanan warga, maka pelayanan administrasi pun dilakukan di tempat saat itu juga tanpa harus menunggu ke kantor,” katanya.
Ia menegaskan, “Melayani masyarakat itu ndak memandang tempat. Di kantor boleh, di rumah warga boleh, di lantai pun jadi. Yang penting urusan masyarakat cepat selesai dan masyarakat merasa dihargai. Itu amanah kita bersama.”sambungnya
Tidak heran jika sikap seperti ini mendapat banyak apresiasi dari warga Malampah Barat, kecamatan Tigo Nagari pada umumnya, terlebih pernah menaiki panggung nasional atas prestasi yang diperoleh pemerintah Malampah Barat.
Warga menilai, beliau adalah pemimpin yang berkualitas mau turun langsung seperti inilah yang dibutuhkan. Dekat dengan rakyat, mendengar langsung keluhan, dan menyelesaikan masalah tanpa birokrasi berbelit.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak harus selalu bergantung pada fasilitas mewah. Dengan niat tulus dan semangat mengabdi, birokrasi tetap bisa berjalan efektif meskipun hanya berbekal tikar dan map di lantai.
Pada akhirnya, momen sederhana ini diharapkan bisa menjadi teladan bagi seluruh aparatur pemerintahan, baik di tingkat nagari maupun kabupaten. Bahwa jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan untuk dilayani. Karena pada akhirnya, kepuasan masyarakat adalah ukuran utama keberhasilan seorang pemimpin.






