Antisipasi Bencana, Ini 6 Hal yang Perlu Ditingkatkan dari Rumah

Artikel1759 Dilihat

Jakarta, medianasional.id – Rumah bukan hanya soal kenyamanan, namun juga keamanan. Terlebih lagi, Indonesia sering menghadapi aneka bencana alam yang bisa merusaknya, seperti banjir, gempa bumi, dan angin puting beliung. Jadi, kamu perlu memastikan rumah tetap berdiri kokoh untuk melindungi keluarga dan aset di dalamnya.

Tentu kamu membutuhkan perencanaan yang matang untuk mewujudkannya, termasuk dari sisi finansial. Dengan strategi yang tepat, kualitas rumah bisa meningkat tanpa mengganggu keuangan jangka panjang maupun tabungan daruratmu, ‘lho!

Salah satu pilihan yang layak kamu pertimbangkan adalah pinjaman tanpa agunan dengan skema pembayaran terencana. Namun sebelum mengajukannya, ayo simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk memperkuat rumah!

Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Memperkuat Rumah agar Tahan Bencana

Memperkuat rumah agar tahan terhadap bencana alam tidak bisa dilakukan begitu saja. Ada sejumlah hal yang perlu kamu perhatikan untuk mewujudkannya tanpa mengorbankan kenyamanan, seperti:

  • Material Atas Ringan Bawah Kuat

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang sering melanda Indonesia. Bencana tersebut kerap membuat rumah rusak bahkan runtuh sehingga membahayakan para penghuninya.

Untuk mengantisipasinya, kamu bisa mempertimbangkan atap baja ringan untuk meminimalkan tekanan beban ke bawah saat gempa. Jadi, risiko runtuhnya bangunan akibat atap terlalu berat bisa diminimalkan.

Di sisi lain, kamu bisa menggunakan beton bertulang sebagai struktur bawahnya. Pondasi tersebut akan menjadi jangkar sehingga guncangan rumah bisa diminimalkan saat tanah bergeser.

  • Sistem Sabuk Pengikat

Tidak hanya mengganti material, kamu juga bisa menerapkan sistem sabuk pengikat untuk menguatkan rumahmu dengan pinjaman tanpa agunan. Sistem ini tidak hanya berguna untuk menghadapi gempa bumi, namun juga angin puting beliung.

Dengan sistem ini, pondasi, tiang kolom, dan balok atas akan mempunyai ikatan yang kuat. Jadi, seluruh komponen akan bergerak secara bersamaan alih-alih terpisah saat terkena angin atau guncangan.

Risiko bangunan runtuh akibat terpisahnya komponen dapat berkurang secara signifikan dengan sistem ini. Selain itu, sistem ini juga mampu menahan komponen rumah agar tidak terangkat dan mendistribusikan gaya angin kencang, ‘lho!

  • Kaca Tempered atau Film Pelindung

Tahukah kamu kalau kaca adalah salah satu komponen rumah yang paling berbahaya saat terjadi bencana? Ketika banjir, angin kencang, atau gempa melanda, kaca bisa pecah dengan mudah dan melukai para penghuninya.

Maka dari itu, kamu perlu menggunakan jenis yang lebih kuat, seperti tempered glass. Jenis ini lebih kuat 4 hingga 5 kali lipat jika dibandingkan dengan biasa sehingga ketahanannya pun meningkat saat menghadapi bencana.

Kalau kamu tidak menggunakannya, film pelindung bisa ditempelkan pada kaca. Fungsinya adalah sebagai penahan pecahan agar tidak berhamburan saat terguncang atau tertekan.

  • Sistem Biopori Resapan dan Sumur Injeksi

Kamu tentu tidak suka kalau rumah kebanjiran, ‘kan? Nah untuk mencegahnya, kamu bisa membangun sistem biopori resapan dan sumur injeksi di rumah dengan pinjaman tanpa agunan. Selain mengantisipasi banjir, konservasi air juga bisa terjaga, ‘lho!

Sistem biopori akan membantu air untuk meresap ke tanah bagian permukaan dengan cepat. Lalu, air tersebut akan dialirkan oleh sumur injeksi untuk menuju lapisan ke yang lebih dalam.

Dengan sistem ini, genangan air akan lebih cepat turun terutama di sekitar pondasi rumah. Tidak hanya mencegah banjir, sistem ini juga bisa menjaga struktur tanah di bawah rumah.

  • Penguatan Sudut Bangunan

Sudut bangunan merupakan salah satu titik yang rentan saat terkena bencana alam. Hal ini disebabkan sudut tersebut menjadi pertemuan beban dari dua arah dinding yang menopang keseluruhan bangunan.

Maka dari itu, kamu perlu menguatkannya dengan memasang kolom praktis secara benar atau menambah besi tulangan ekstra. Jadi, keretakan akibat tekanan saat gempa bumi dapat diminimalkan.

Penguatan sudut bangunan juga dapat meminimalkan risiko kerusakan pada rumah saat terkena tekanan, seperti air banjir dan angin. Jadi, bangunan tetap berdiri kokoh dalam melindungi isinya.

  • Peninggian Instalasi Listrik dan Aset

Air banjir bisa mengganggu instalasi listrik hingga merusaknya. Bahkan, korsleting, kebakaran, dan risiko tersengat listrik juga bisa terjadi. Tidak hanya itu, banjir juga dapat merusak aset-aset pentingmu, ‘lho!

Maka dari itu, kamu perlu meninggikan instalasi listrik dengan memindah posisi stop kontak, panel saklar, maupun perangkat elektronik lainnya. Misalnya dengan menaikkannya minimal 1,5 meter dari lantai agar tidak mudah tersentuh air.

Di sisi lain, dokumen-dokumen penting juga perlu disimpan di tempat yang tinggi. Bila perlu, gunakan tempat penyimpanan khusus yang aman dari banjir.

Memperkuat Rumah dengan Pinjaman Tanpa Agunan

Memperkuat rumah terhadap risiko bencana bukan hanya tentang konstruksi, melainkan juga bentuk investasi jangka panjang demi keamanan serta kenyamanan keluarga. Risiko kerusakan bisa diminimalkan sembari menjaga nilai propertinya dengan langkah yang tepat.

Nah supaya proses ini berjalan dengan lancar tanpa mengganggu kondisi finansial, kamu bisa mempertimbangkan DBS KTA sebagai pengendali cash flow. Dengan perencanaan matang, kebutuhan hari ini tetap dapat terpenuhi tanpa mengorbankan rencana di masa depan.

Memenuhi kebutuhan hari ini nggak harus mengorbankan kenyamanan di masa depan.

DBS KTA hadir dengan pinjaman tanpa agunan hingga Rp300 juta, tenor fleksibel sampai 36 bulan, dan bunga mulai 0,88% per bulan. Ditambah lagi, ada peluang mendapatkan eVoucher hingga Rp1 juta untuk pengajuan sekarang.

Saatnya ambil langkah lewat pengajuan KTA online Bank DBS dan jadikan rumahmu tempat paling aman dan nyaman untuk keluarga.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses