INDRAMAYU, medianasional.id – Aksi mogok massal Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina yang telah berlangsung hampir tiga minggu memicu kelangkaan pasokan BBM dan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dampak dari aksi ini sangat terasa di wilayah Region III yang meliputi Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu, di mana jalur distribusi BBM dilaporkan sebagian lumpuh total.
.
Kelumpuhan ini dipicu oleh polemik internal terkait pergantian vendor pengelola distribusi BBM dari PT GUN ke PT PAR. Sejumlah hak operasional para AMT yang telah mengabdi selama lebih dari tiga tahun di vendor lama dikabarkan belum dicairkan hingga saat ini.
.
Sebagai bentuk protes, para pengemudi tangki memilih membatasi aktivitas dengan hanya melayani pengiriman satu rit per hari, dari yang biasanya mencapai tiga rit. Jadwal masuk ke Depot Pertamina Balongan pun bergeser dari jam 01.00 WIB dini hari menjadi jam 07.00 WIB pagi, sehingga pasokan ke SPBU terlambat dan tidak merata.
.
“Sebenarnya kalau status dan hak-hak kami dari Pertamina dan vendor jelas, kami siap menarik hingga tiga rit seperti biasa. Masa hak kami selama 3,3 tahun di PT GUN belum dicairkan, tapi pengelolaan sudah diganti ke PT PAR,” ungkap seorang perwakilan AMT yang enggan disebutkan namanya, Minggu (19/7/2026). Meskipun stok BBM di depot terpantau melimpah, ketiadaan armada pengangkut membuat distribusi tersendat.
.
Mengatasi kondisi darurat ini, pemerintah melalui Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, memastikan bahwa Pertamina telah berkoordinasi dengan aparat keamanan. Prajurit TNI kini dikerahkan untuk turun tangan langsung menjadi sopir pengganti sementara guna mengemudikan truk tangki raksasa Pertamina.
.
Para prajurit ditugaskan bersiaga selama 24 jam dengan fokus pengiriman pada dini hari guna menghindari kepadatan lalu lintas. Pengawalan ketat dari aparat keamanan juga terus dilakukan di sepanjang jalur distribusi untuk menjamin kelancaran pasokan BBM dan mencegah roda ekonomi warga semakin lumpuh, sembari menunggu Pertamina menyelesaikan proses rekrutmen pengemudi baru.






