Adat Pernikahan Miko Napitupulu dan Natalia Sitohang Disebut Layak Masuk MURI

Jakarta622 Dilihat

Jakarta, MEDIANASIONAL.id — Pesta adat pernikahan Miko Napitupulu dan Natalia Sitohang yang digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, di Gedung Ruma Gorga 2, Jalan H. Kamad, Pondok Bambu, Jakarta Timur, disebut-sebut layak dicatatkan dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Pasalnya, seluruh rangkaian prosesi adat Batak tersebut berhasil diselenggarakan hanya dalam waktu tiga minggu—tanpa mengurangi makna dan kesakralannya.

Proses adat diawali dengan permohonan restu sekaligus prosesi mangain, yakni pengangkatan Natalia sebagai boru dalam struktur adat marga Sitohang. Namun dinamika sempat terjadi.

Ketika Tulang kandung Miko Napitupulu, Raja Sitohang, tidak menyanggupi karena waktu yang terlalu singkat, keputusan akhirnya beralih kepada Rolas Sitohang yang masih satu Ompung. Tanpa ragu, Rolas bersedia mangain Natalia dan mengangkatnya sebagai boru dalam naungan marganya.

Rolas Sitohang selaku bapak angkat pengantin perempuan menegaskan bahwa seluruh proses telah dijalankan sesuai ketentuan adat Batak.

“Mengangkat Natalia sebagai boru saya adalah hak prerogatif saya. Dan semua prosesi adat kita jalankan sesuai adat Batak. Jika ada yang keberatan silakan bertemu dengan saya,” tegas Rolas.

Ia bahkan menyebut pesta adat tersebut sebagai salah satu yang tercepat.

“Saya rasa peristiwa ini bisa masuk rekor tercepat, dan layak masuk MURI. Saya berani katakan itu, karena saya pelakunya,” ujarnya.

Rolas juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sejak awal tidak terlibat dalam proses, namun kemudian memberikan komentar setelah pesta selesai.

“Jangan ada pihak lain yang dari awal tidak mau tahu, setelah pesta adat selesai berkoar anu dan ini,” pungkasnya.

Daniel Napitupulu, kakak Miko, yang dalam adat bertindak sebagai orang tua karena kedua orang tua kandung telah lebih dahulu berpulang, menyampaikan pandangan serupa.

“Saya pikir peristiwa ini layak jadi catatan dan masuk rekor. Dalam waktu tiga minggu bisa terlaksana berkat kerja keras, kesabaran, dan kebijakan dalam bernegosiasi,” ujarnya.

Menurut Daniel, pesta adat ini menjadi bukti bahwa pernikahan lintas suku dalam budaya Batak tidak selalu rumit, melainkan dapat berjalan dinamis tanpa mengurangi nilai sakralnya.

“Yang dibutuhkan adalah tindakan, perilaku sabar, dan negosiasi dengan semua pihak terkait,” tambahnya.

Dalam pesta tersebut, Buhu Ni Ulaon tercatat Paranak Bolahan Amak, dengan 15 bulung ulos serta parjuhutna lombu natinutungan sebagai bagian dari kelengkapan adat.

Acara tersebut juga turut mengundang sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edhi Purdijatno, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, serta Ketua Inkoppol Brigjen Pol (Purn.) Bambang Suedi.

Dari puluhan papan bunga yang berjajar rapi di sekitar lokasi acara, tampak pula ucapan selamat dari Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta mantan Rektor dan Direktur Universitas Sahid Jakarta yang berhalangan hadir karena kesibukan tugas. Deretan papan bunga tersebut semakin menambah semarak suasana dan menunjukkan luasnya jejaring relasi kedua mempelai.

Sementara itu, Miko dan Natalia dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara.

“Puji syukur kepada Tuhan Maha Agung. Dengan kuasa serta keajaiban-Nya, pesta pernikahan ini dapat berlangsung. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujar keduanya.

Di balik kemegahan acara, tersimpan perjuangan dan tantangan yang tidak ringan, terutama karena perbedaan latar belakang suku dan budaya. Namun melalui kerendahan hati, kerja keras, kesabaran, serta komunikasi yang baik, seluruh rangkaian pra-pernikahan hingga hari pesta dapat terlaksana dengan lancar.

Pernikahan ini menjadi bukti bahwa adat bukanlah beban, melainkan jembatan—asal dijalani dengan kebijaksanaan.

Selamat berbahagia untuk Miko Napitupulu dan Natalia Sitohang. Horas!

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses