PASURUAN, Medianasional.id – Penerapkan Kurikulum Merdeka pada 2022 ini. Pelaksanaan itu dinyatakan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan sudah mencapai 75 persen untuk SD dan 85 persen untuk SMP.
Dirjen SMA-Kemendikbud Ristek Winner Jihad Akbar mengunjungi dua sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka, Senin (8/8/22). Yaitu, SDN Gununggangsir 1 Beji dan SMPN 1 Beji.
Winner Jihad Akbar menyatakan, ingin melihat langsung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di kedua sekolah tersebut untuk gambaran sekolah-sekolah di Kabupaten Pasuruan. Ciri khas Kurikulum Merdeka adalah pengembangan soft skill dan karakter siswa serta berbasis proyek.
Kami ingin meninjau langsung seperti apa penerapan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Pasuruan ini,” ujarnya.
Menurut Winner, Kurikulum Merdeka masih merupakan alternatif sistem pembelajaran yang bisa diterapkan di sekolah. Kemendikbud memang tidak menekan agar sekolah menerapkan pembelajaran tersebut. Namun, sifatnya masih disarankan. Sebab, saat ini masih ada tiga kurikulum. Masing-masing Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat seiring dengan masa pandemi, serta Kurikulum Merdeka. Semuanya memiliki sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing.
”Kepala daerah di Kabupaten Pasuruan mendorong semua lembaga pendidikan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Tapi, kami hanya bisa menyarankan untuk yang siap saja. Bila belum siap, silakan memakai Kurikulum 2013 atau Darurat. Kami bebaskan,” bebernya.
Winner menambahkan, secara nasional, sudah banyak lembaga pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Catatan Kemendikbud menyebutkan sudah ada 143.265 sekolah. Dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA atau SMK serta PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).
Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Hasbullah mengungkapkan, Kurikulum Merdeka sudah banyak diterapkan di lembaga-lembaga pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Di tingkat SD, misalnya, sudah ada 541 sekolah atau 75 persen dari 721 SD di Kabupaten Pasuruan. Baik negeri maupun swasta.
Di tingkat SMP, jumlahnya sudah mencapai 85 persen. Di antara 156 SMP Kabupaten Pasuruan, 133 SMP telah menerapkan Kurikulum Merdeka.
”Kalau yang PAUD (kelompok bermain dan TK, Red) memang masih minim. Baru sekitar 15 lembaga,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Abdul Rouf menyatakan, mendukung penerapan Kurikulum Merdeka itu. Sebab, kurikulum baru tersebut dinilai mampu meningkatkan kemampuan siswa. Siswa bisa lebih kreatif dan mampu mengembangkan diri sesuai bakat dan minat.
”Kami sangat mendukung kurikulum ini dijalankan di semua sekolah,” ujarnya.






