Kendal, medianasional.id – Sebanyak 178 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi memulai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Ke-22 di Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Pelepasan peserta dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026), menandai dimulainya masa pengabdian selama 45 hari di tengah masyarakat.
Para mahasiswa akan diterjunkan ke 13 desa di Kecamatan Ngampel, yakni Desa Jatirejo, Winong, Sumbersari, Rejosari, Kebonagung, Ngampel, Kulon, Ngampel Wetan, Sudipayung, Dempelrejo, Putatgede, Bojonggede, dan Banyuurip. Selama menjalankan KKN, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
KKN MIT Ke-22 tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa.” Tema tersebut menjadi landasan berbagai program kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan edukatif, inovatif, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UIN Walisongo Semarang, Dr. Ummul Baroroh, M.Ag., mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menunjukkan akhlakul karimah, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadilah pribadi yang inovatif, kreatif, dan mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan agar masa pengabdian selama 45 hari dimanfaatkan secara maksimal sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat serta menjadi bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.
Salah satu kelompok peserta KKN MIT Ke-22 adalah Posko 212 yang ditempatkan di Desa Bojonggede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Posko tersebut dipimpin oleh Sunan Fauzan Hasibuan sebagai Koordinator Desa yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan dan program kerja selama pelaksanaan KKN.
Sebagai koordinator, Sunan Fauzan Hasibuan memiliki tugas mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan program kerja, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat guna memastikan seluruh agenda KKN berjalan efektif dan tepat sasaran.
Adapun program yang akan dijalankan Posko 212 meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, sosial kemasyarakatan, hingga penguatan literasi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan potensi Desa Bojonggede sekaligus mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Melalui semangat kolaborasi, gotong royong, dan pengabdian, Posko 212 berkomitmen menjadikan KKN MIT Ke-22 sebagai ruang belajar yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Diharapkan, kehadiran para mahasiswa mampu memberikan manfaat selama masa pengabdian sekaligus meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan Desa Bojonggede dan Kecamatan Ngampel secara umum.





