Bupati Pekalongan, “Sejak Jaman Majapahit Baru Ada Pelantikan Pengurus RT dan RW”

107 views

Kajen, medianasional.id – Sejak jaman Majapahit baru kali ini ada pelantikan Pengurus RT RW dan baru hanya di Desa Wuled Kecamatan Tirto ini. Saya sangat apresiasi atas langkah Kepala Desa Wuled ini.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat menghadiri Pengajian Umum dalam rangka Pelantikan Pengurus RT dan Pengurus RW Periode 2018 – 2023 Desa Wuled Kecamatan Tirto, Minggu malam (15/4/2018).

Bupati mengungkapkan bahwa Desa Wuled adalah salah satu desa yang menjadi pantuannya dalam pembangunan. Untuk itu, Bupati berjanji akan membantu guna akselerasi pembangunan di Desa Wuled tersebut.

Kepada para pengurus RT RW yang dilantik, Bupati mengucapkan selamat dan terima kasih atas partisipasinya dalam turut membangun Desa Wuled menuju lebih baik. “Dengan duduk menjadi pengurus RT RW, bapak-bapak sekalian telah berpartisipasi dalam pembangunan dan peduli terhadap masalah yang dihadapi warganya,” ujar Bupati.

Dijelaskan, masyarakat yang hidup di desa minimal ada tiga jenis golongan atau kelompok yaitu Golongan atau kelompok. Pertama, menurut Bupati yaitu orang-orang seperti kita yang turut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Kedua, kelompok yang apatis dalam pembangunan desa. Biasanya mereka tidak mau ikut canpur dalam pengelolaan pembangunan di desa. Ketiga, golongan yang senangnya mengkritik atas kebijakan pembangunan desa.

“Itu adalah bagian dari dinamika sosial. Disitulah peran kepala desa untuk mendinamisir dengan baik dan bagaimana memberdayakan masyarakat yang secara kodrati terbagi menjadi tiga golongan/kelompok tersebut. Yang masih apatis, kita ajak dialog, kita tarik supaya ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Dan bagi golongan yang sering mengkritik, kita pahamkan agar kritiknya itu konstruktif dan turut berpartisipasi dalam pembangunan di desa. Dan jangan lupa utamakan musyawarah dengan warga” papar Bupati.

Presiden RI Pertama Bung Karno, kata Bupati,  dulu pernah meringkas lima sila menjadi satu sila atau eka sila. Menurut Bung Karno, Dasar Negara itu cukup satu yaitu Gotong-Royong. Artinya bahwa Indonesia akan hidup dan bertahan terus-menerus asal kita mampu menghidupkan kembali ruh Desa, ruh masyarakat yaitu dengan bergotong-royong/ bermusyawarah. Ini ruhnya, jangan sampai hilang.

“Saya lihat Desa Wuled ini cukup maju dalam rangka menggerakan masyarakatnya. Kalau pak Lurah masih ada kekurangan dalam memimpin, hal itu masih wajar. Saya meyakini apabila pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) secara transparan, kemudian masyarakatnya terlibat berpartisipasi aktif maka kemajuan di desa dapat diukur dengan beberapa indikator antara lain indikator kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan malam hari itu, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan, tahun 2017 angka kemiskinan turun dari 12,96 menjadi 12,61. Kemudian pertumbuhan ekonomi kita cukup bagus, kita tumbuh di angka 5,16. Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan sekarang pada posisi 68. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja Kabupaten Pekalongan cukup bagus.

“Insya Allah pada tahun 2018 ini IAIN Pekalongan secara resmi pindah di Kajen. Sekarang mahasiswa berjumlah 3.000 orang dan sebentar lagi sudah 6.500 mahasiswa. Saat ini kita masih menyusun program dalam rangka berdirinya Universitas Diponegoro (UNDIP) di Kajen. Disamping itu akan ada juga Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklatpol) di Kecamatan Karanganyar. Akan ada delapan perguruan tinggi termasuk Universitas Muhammadiyah Pekajangan di Pekalongan. Hal ini sedang kita rintis agar bisa berdiri di Kota Santri. Kemudian Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama juga akan berdiri. Semuanya itu tujuannya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Angka Partisipasi Belajar meningkat,” tandas Bupati.

(Ari /didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Kajen

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan