Warga Mororejo Audiensi dengan Bupati Kendal, Desak Solusi untuk Atasi Banjir Rob

Jawa, Jawa Tengah, Kendal115 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- Warga Mororejo, Kaliwungu, melakukan audiensi dengan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, pada Selasa (5/8/25) di ruang kerja bupati. Mereka mengeluhkan kondisi desa yang berada di pesisir pantai yang terkena banjir rob yang semakin meluas.

Warga Mororejo gelisah dan mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk serius mengatasi masalah ini. Mereka khawatir jika tidak ada solusi, desa mereka benar-benar hilang atau bersih dari peta. “Kami khawatir jika tidak ada solusi, desa kami benar-benar hilang atau bersih dari peta,” tegas Jumadi, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mororejo, usai audensi.

Menurut Jumadi, banjir rob tidak hanya disebabkan oleh dampak dari kawasan industri, tetapi juga diduga karena adanya pembiaran dua lahan tambak yang tidak diurus oleh dua perusahaan swasta di Kendal. Selama berpuluh tahun, tambak tersebut diduga dibiarkan dan menjadi muara saat banjir rob sehingga mengerus tambak milik warga.

Jumadi meminta dua perusahaan swasta tersebut melakukan upaya pencegahan agar banjir rob tidak semakin meluas. Ia juga mendorong pemerintah sebagai pemangku wilayah melakukan teguran atau menyurati perusahaan swasta tersebut.

Warga Mororejo berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah banjir rob yang melanda desa mereka.

“Akhirnya banjir rob berdampak pada petani tambak warga, yang ikut hilang tergerus air laut. Kami mohon dua perusahaan tersebut diingatkan dan juga dibuatkan tanggul laut,” jelas Jumadi.

Kepala Desa Mororejo, Kaliwungu, Mustofa Kamal, menambahkan, banjir rob dan abrasi pantai di sebelah timur Pelabuhan Kendal sangat berdampak pada warganya. Menurutnya, banjir rob yang meluas diduga akibat dari dampak adanya kawasan industri dan lahan tambak milik swasta yang dibiarkan selama bertahun-tahun, sehingga tambak tersebut tergerus abrasi dan meluas ke pemukiman warga.

Mustofa Kamal berharap perusahaan tersebut melakukan tindakan pengurukan atau membangun tanggul di lokasi tersebut. Hal ini untuk menanggulangi air pasang yang masuk ke perkampungan penduduk.

Ia juga meminta agar tidak ada pembiaran terlalu lama, karena bisa saja dampak abrasi sampai jalan lingkar arteri yang luasnya ratusan hektar. “Kalau ngak salah itu milik KIK, PT Kayu Lapis dan PT Tossa. Kami minta ada tanggulnya biar air pasang nggak masuk ke perkampungan,” tegas Mustofa Kamal.

Saat ini, Pemerintah Desa Mororejo juga telah melakukan upaya penanggulangan dengan membuat tanggul sementara di sekitar perkampungan untuk mencegah air rob masuk ke permukiman.

Namun, Mustofa Kamal berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan banjir rob dan abrasi di desanya. ”Tanggul ini untuk pencegahan biar air rob tidak masuk diperkampungan, maka kami lakukan upaya tersebut,” ujar Mustofa Kamal.

Bupati Kendal Akan Panggil Pengelola Kawasan Industri dan Perusahaan Swasta Terkait Abrasi di Mororejo

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, merespons aduan warga Mororejo, Kaliwungu, terkait abrasi dan banjir rob di daerah tersebut. Menurut Bupati Tika akrab dipanggil, abrasi di Mororejo memang juga terkait dengan faktor alam, namun dengan adanya kawasan industri dan dua lahan tambak milik perusahaan swasta, abrasinya menjadi semakin parah.

“Warga Mororejo telah menyampaikan banyak hal terkait permasalahan dampak abrasi tersebut,” kata Bupati Tika.

Bupati Tika menyatakan, bahwa karena permasalahan ini melibatkan beberapa instansi di Kendal, maka pemerintah kabupaten Kendal melalui Sekda akan segera mengundang pengelola kawasan industri dan dua perusahaan swasta tersebut.

Tujuan dari pertemuan ini, adalah untuk mencari solusi bersama dan menemukan titik temu. “Setelah itu, kami akan undang mereka/perusahaan dan warga duduk bersama, agar ada titik temu dan mencari solusi terbaik,” pungkas Bupati Tika.

Dari pertemuan tersebut, diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi penyelesaian permasalahan abrasi di Desa Mororejo. Dengan adanya langkah-langkah konkret dari pemerintah kabupaten Kendal, diharapkan permasalahan abrasi di Mororejo dapat segera teratasi dan warga dapat hidup dengan lebih tenang dan sejahtera.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses