Brebes, medianasional.id | Warga Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, hingga kini masih menanti realisasi perbaikan Jembatan Keruhbehet yang mengalami kerusakan sejak Desember 2025.
Kerusakan jembatan tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Badan jembatan yang amblas dan miring membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara sepeda motor dan pejalan kaki masih harus melewati jembatan dengan kondisi yang membutuhkan kehati-hatian.
Jembatan Keruhbehet memiliki bentang sekitar 20 meter dan lebar kurang lebih 3 meter. Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah dan digunakan warga dari sekitar lima pedukuhan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang, mengangkut hasil pertanian, hingga mendapatkan pelayanan kesehatan dan pemerintahan.
Kondisi tersebut semakin dirasakan ketika warga membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.
Pada Jumat (18/9/2026), seorang warga Dukuh Mlayang Luhur, Yanto, warga RT 01/RW 04, terpaksa dibawa dengan cara ditandu menggunakan sarung untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit.
Keterbatasan akses kendaraan roda empat membuat warga harus mencari cara alternatif untuk membawa warga yang membutuhkan pertolongan medis. Kondisi serupa, menurut warga, juga dapat menjadi persoalan bagi ibu hamil yang membutuhkan akses menuju puskesmas atau rumah sakit.
Rusak Sejak Desember 2025
Kepala Desa Mlayang, Abdul Khafidz, membenarkan bahwa kerusakan Jembatan Keruhbehet telah berlangsung sejak Desember 2025.
Ia mengatakan kondisi jembatan juga telah beberapa kali menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh ketika melintas.
“Entah berapa puluh warga pengendara motor yang jatuh akibat jembatan ini. Sudah sering dan banyak,” ujar Abdul Khafidz, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah desa karena jembatan merupakan akses vital bagi masyarakat.
Warga Menanti Kepastian Perbaikan
Warga menyebut persoalan Jembatan Keruhbehet sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah daerah. Saat kunjungan kerja Bupati Brebes pada tahun 2025, menurut keterangan pemerintah desa dan warga, juga sempat disampaikan rencana perbaikan jembatan tersebut.
Namun hingga Jumat (18/9/2026), warga masih menunggu kepastian mengenai kapan perbaikan akan direalisasikan.
Bagi masyarakat Mlayang, kepastian perbaikan menjadi hal penting karena kondisi jembatan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran aktivitas ekonomi, tetapi juga menyangkut akses pendidikan, pelayanan publik, dan kebutuhan kesehatan warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Brebes melalui dinas terkait segera melakukan peninjauan langsung dan memberikan informasi yang jelas mengenai rencana penanganan Jembatan Keruhbehet.
Masyarakat juga berharap perbaikan dapat segera direalisasikan dengan mempertimbangkan kondisi jembatan serta keselamatan warga yang setiap hari masih menggunakan akses tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari dinas terkait mengenai jadwal pelaksanaan maupun bentuk penanganan Jembatan Keruhbehet.
Warga kini hanya berharap janji perbaikan yang pernah disampaikan dapat segera mendapat kepastian dan diwujudkan, sehingga akses transportasi dan pelayanan masyarakat di Desa Mlayang kembali normal. (Andi)





