
Kampar – Masyarakat Desa Rantau kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar, kecewa atas sikap PT RAPP. Perusahaan dituding tidak menunjukkan sikap peduli kepada masyarakat desa Rantau Kasih.
“Program Community Development (CD) dari perusahaan tak pernah kami rasakan. Ini bukti perusahaan tidak menunjukkan sikap peduli kepada masyarakat,” kata Kepala Desa Rantau kasih kepada wartawan Medinas di salah satu cafe TSJ Bangkinang, Rabu (26/7).
Menurutnya, setidaknya ada seribuan hektare lebih areal Hutan Tanaman Industri (HTI) milik perusahaan PT. RAPP yang tersebar di Desa Rantau kasih. Meski begitu, terang perusahaan juga tak mewujudkan tanaman kehidupan bagi masyarakat.
“Kita tak pernah tahu, padahal tanaman kehidupan ini adalah bagian dari kewajiban perusahaan terhadap wilayah operasionalnya,” ujar Kades.
Setidaknya areal HTI milik perusahaan yang berdampingan dengan Desa Rantau kasih mencapai luas ribuan hektare. Perusahaan wajib memberikan tanaman kehidupan bagi masyarakat desa Rantau kasih. Meski sudah puluhan tahun beroperasi, perusahaan tak pernah merealisasikan itu.
Kepala desa Rantau kasih menyampaikan, “merasa sangat kecewa dengan sikap perusahaan yang tidak bisa bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintahan desa Rantau kasih. Karena selama ini saya perhatikan untuk bantuan dari pihak perusahaan cuma- cuma saja. Kita minta untuk perbaikan jalan mungkin dalam satu tahun itu, cuma sekali di masukkan pihak perusahaan. Jadi seakan-akan bukannya untuk kesejahteraan masyarakat yang kita dapat, malahan selama ini masyarakat jadi susah. Karena selama ini di desa Rantau kasih melewati jalur sungai, jadi jalur alternatif yang kita pakai selama ini akses jalan PT. RAPP”.
“Dan sangat disayangkan lagi selama ini sikap anak perusahan PT. RAPP, Musana Raya dengan Muara Sentosa Raya Kepada masyarakat Rantau kasih, selama ini saya tidak tahu karena saya baru menjabat sebagai kepala desa Rantau kasih. Pihak perusahaan mengatakan, dari kebun sampai ke lahan masyarakat itu izinnya dari perusahaan. Setelah saya tanya ke kecamatan, dan kabupaten, memang kalau dilihat dari petanya memang termasuk desa tanaman perusahaan HTI. Jadi selama ini kami berulang kali menyampaikan kepada pihak perusahaan agar kami ikatlah kebun- kebun masyarakat. Janganlah istilahnya di rongrong oleh ketakutan masyarakat, karena selama ini sudah ratusan tahun masyarakat hidup di situ, dari nenek moyang dulu pada masa kerajaan sudah ada kampung di situ sampai dengan sekarang,” terangnya.
“Namun pihak perusahaan mengatakan kebun- kebun karet sampai ke rumah masyarakat itu izin perusahaan dan diberikan oleh pemerintah pusat izinnya. Tapi karena ada pemukiman, mereka tidak sanggup untuk mengelola, tapi mereka tetap menyampaikan stetmen kalau ini termasuk rumah dan kebun, dalam izin dari perusahaan. Jadi kami tidak bisa mengeluarkan surat, kalau ada masyarakat yang minta untuk dibuatkan surat tanah atau sampai SKT camat tidak bisa. Karena sudah tupang tindih selama ini dengan desa Rantau kasih. Semasa Saleh Jasit menjabat sebagai Gubernur riau tahun 2001 itu sudah di sahkan menjadi desa, ada peta desanya dan ada SK Desa. Tapi kalau pihak perusahaan mengatakan juga ada izinnya, jadi tupang tindih juga menurut kami jadinya. Desa mempunyai wilayah, perusahaan pun mengatakan desa Rantau kasih wilayah mereka juga dalam izinnya”, paparnya.
Lanjutnya, “selama ini kami untuk menyeberang, hanya menggunakan phonton penyeberangan, jadi yang melewati cuma roda 4 yang muatannya lebih kurang 5 ton sampai 6 ton. Kalau melebihi dari itu contohnya kalau kami menganggarkan untuk perbaikan jalan menggunakan alat berat seperti dreider, gomak, dan lain sebagainya itu tidak bisa melewati phonton penyeberangan. Terpaksa kami minta pengajuan izin untuk melewati akses jalan perusahaan, tapi kadang di situ perusahaan mempersulit, jangankan itu untuk masyarakat pun melewati akses jalan perusahaan membawa pupuk kandang tidak di izinkan oleh pihak perusahaan. Sampai akhirnya masyarakat melapor kepada saya bagaimana, kok warga dipersulit pihak perusahaan. Perusahaan seperti ini biasanya di desa untuk mempermudah masyarakat, bukan untuk menyusahkan masyarakat. Jadi sudah cukuplah selama ini saya sampaikan kepada pihak perusahaan atau pun managernya Indra Beiber, dodi untuk memperhatikan masyarakat dan kerja sama yang baik antara masyarakat desa Rantau kasih dengan pihak perusahaan. Jangan karena mereka desa ini sulit transportasinya, kami minta di bantu untuk kemudahan masyarakat. Kalau masyarakat membangun rumah, butuh memasukkan meterial jangan di tahan tidak boleh lewat akses jalan perusahan untuk menuju ke desa Rantau kasih. Kalau seperti itu yang saya takutkan nanti kedepannya ada bentrokan masyarakat dengan pihak perusahaan, karena selama ini masyarakat sudah geram dengan pihak perusahaan. Contohnya sudah beberapa hari ini saya mengajukan surat permohonan untuk minta izin melewati akses jalan perusahaan, karena ada pembangunan desa. Setelah hasil musyawarah desa, masyarakat mengusulkan dana desa ini untuk bikin jalan usaha tani. Jadi kami butuh alat berat seperti eksafator, dan pengerasan jalan seperti kerikil, itukan kami melewati akses jalan perusahaan PT. RAPP. Tapi alhasil surat sudah saya kirim sampai ke kantor pimpinan managernya, humasnya sudah saya hubungi melalui telepon seluler, tapi justru masih juga dipersulit dan ditahan oleh securiti perusahan, mobil alat berat kami sampai berjejer tidak bisa lewat. Sampai saya telepon supaya jangan dipersulit, kalau memang betul- betul tidak diizinkan silahkan surati saya bahwa tidak diizinkan lewat mobil dan alat berat. Supaya kami nanti langsung buat surat kepada bupati Kampar, bahwasanya saya selaku kepala desa tidak bisa merealisasikan dana desa. Karena akses jalan alternatif desa rantau kasih untuk mwmbawa material melewati jalan PT. RAPP” terangnya.
“Harapan kami pemerintahan desa dan masyarakat Rantau kasih kedepannya mohon kepada pemerintah propinsi maupun pemerintah kabupaten Kampar, untuk memberi teguran kepada PT. RAPP supaya memenuhi kewajibannya kepada masyarakat. Dan kami minta pembangunan turap di sepanjang pinggir sungai, peninggian jalan atau pun penimbunan agar desa Rantau kasih kedepannya tidak mudah terkena banjir dan masyarakat pun tidak sulit untuk beraktifitas sehari- harinya,” harapnya. (Andri)






