
Penulis . : Rismaidi
Editir, by : Aris, Ras
Mukomuko, medianasional.id – Beberapa orang warga Desa Air Dikit (AD) mengecam serta mengutuk keras prilaku yang diperlihatkan oleh para kaum zaman millenial, dikawasan pantai abrasi Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Dimana setiap sore dan malam harinya, jalanan ramai lalu lalang kedaraan umun tersebut, dijadikan sebagai ajang untuk kebut-kebutan liar dan tak menghirakan penendara jalan lainnya.
Perihal sebagaimana yang dikemukakan Tomi (42) warga setempat, sore Minggu malam Senin (10/2) yang smbil nongkrong melihat gerak-gerik anak muda yang tak tahu dengan aturan itu. Keadaan warga sekitar mulai merasakan keresehan mendalam, oleh prilaku tak berpendikan tersebut. Terlebih lagi lanjut Tomi, seseorang yang merupakan perempuan baik dari luar daerah maupun dalam daerah, merasa terganggu saat melitasi jananan itu, karena terutama maraknya pada sore harinya, mulai sekitar pukul 17:10 WIB sewaktu wartawan ini, berjumpa dengannya.

“Kalau mau mati jangan ajak-ajak orang lain, Yang membuat kita jengkel, terkadang gara-gara anak zaman millenial itu membabi buta berkendaraan dengan liarnya dikawasan pantai abrasi, serta membuat orang lain yang menjadi celaka akibatnya. Itukan gak benar namanya, termasuk perbuatan yang sangat menyimpang dari moral atau tak menggunakan akal sehatnya, serta nilai-nilai agama,” ujar Tomi merasa geram.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, menurut hemat dia serta dimintanya kebersedian aparat penegak hukum terkait mengawal prilaku ugal-ugalan pada fasilitas umum tersebut. Yang kadan kala katanya lagi, ibu-ibu penah terjatuh gara-gara perihal itu.
“Sebagai bagian dari masyarakat Desa AD, kita sangat berharap kahadiran Polisi jalan raya yang stanby pada kawasan lalanan abrasi patai Air Dikit ini. Harapannya, agar dapat meminimalisir sera menekan angka kecelakaan lalulintas, karena efek dari berkendara sepeda bermotor. Hal itu sangat kami harapkan ketersrdian aparat penegak hukum terkait disini, ” tutup Tomi yang diamini oleh beberapa rekanya, yang juga tak suka dengan prilaku luar bisa merugikan orang lain tersebut.






