Brebes, medianasional.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melakukan kunjungan kerja dengan meninjau langsung kondisi lokasi pengungsian korban bencana tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (27/3/2026) pukul 16.00–17.30 WIB di Komplek Ponpes Bahrul Qur’an Al-Munawwir.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub tidak hanya meninjau kondisi pengungsi, tetapi juga menyerahkan bantuan serta membahas langkah-langkah strategis percepatan pemulihan pascabencana. Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Brebes Wurja, S.E, unsur TNI dari Kodim 0713/Brebes yang diwakili Danramil 10/Sirampog Letda Inf Wakhyu Fajar, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes.
Sejumlah bantuan disalurkan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan tersebut di antaranya 150 paket sembako dari Baznas Provinsi Jawa Tengah, bantuan uang sebesar Rp10.000.000 dari PMI Provinsi Jawa Tengah, serta bantuan logistik berupa sembako, mie instan, sarden, sabun cuci, pakaian, sarung, dan mukena senilai Rp12.706.000 dari PMI. Selain itu, bantuan mainan juga diberikan untuk anak-anak terdampak sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis mereka.
Selama peninjauan, Wagub memastikan bahwa fasilitas pengungsian telah memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal sementara yang layak, akses air bersih, serta pelayanan kesehatan bagi para pengungsi.
Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E, mewakili Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, disampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kehadiran Bapak Wakil Gubernur bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga semangat dan harapan bagi para pengungsi yang sedang menghadapi ujian berat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bencana tanah bergerak di Desa Sridadi telah memberikan dampak signifikan, baik secara fisik maupun psikologis. Namun, semangat kebersamaan dari berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Brebes, lanjutnya, berkomitmen melakukan penanganan maksimal mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Saat ini, koordinasi terus dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat proses relokasi serta pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak yang rumahnya sudah tidak layak huni.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap sabar, kuat, dan saling mendukung. Bersama-sama kita akan melewati masa sulit ini dan membangun kembali desa yang lebih baik,” pungkasnya. (Andi)





