Vikner Fasilitasi Musda Himpaudi Dairi

Dairi718 Dilihat

Dairi, medianasional.id – Terdorong oleh panggilan jiwa dalam memajukan mutu pendidikan Paud Vikner Sinaga memfasilitasi pelaksanaan MUSYAWARAH DAERAH KE 3 HIMPAUDI Kabupaten Dairi yang di gelar di Hotel Beristera, Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, baru-baru ini, Senin 18 November -Selasa 19 November 2024 lalu.

Sebanyak 12 Pengurus Cabang HIMPAUDI Kecamatan yang ada di Dairi menghadiri acara ini dan Pengurus wilayah mulai dari Ketua sampai jajaran.

Wakil Ketua bidang organisasi, sekretaris dan LITBANG mewakili dari PEMKAB dan tokoh agama dan cendikiawan.

Para penyelenggara dan guru-guru PAUD tampak antusias mengikuti tahapan MUSDA yang dirangkai dengan seminar dan sosialisasi.

Pada momen tersebut panitia mendaulat Vikner sebagai narasumber untuk memberikan motivasi yang kemudian di aminkan olehnya dengan memberikan motivasi management kelembagaan.

Tujuan dari Musda ini adalah untuk menyalurkan aspirasi agar Himpaudi mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah, karena sebagai lembaga yang yang kontributif Himpaudi telah memberikan kontribusi kepada pemerintah khusunya di bidang pendidikan anak usia dini.

Aspirasi ini muncul dari ide para penyelenggara PAUD dari 220 Lembaga dan Guru PAUD yang berjumlah ± 445 orang.

Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Dairi Luat Darson Simanullang, SE., mengatakan bahwa dia merasa gagal memimpin HIMPAUDI yang mana 2 periode menjadi Ketua.

HIMPAUDI tetapi dirinya belum berhasil memperjuangkan Aspirasi HIMPAUDI dengan maksimal terhadap Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Apa mungkin karena kegiatan kami dekat dengan anak usia dini sehingga dipandang remeh oleh mereka kita tidak tahu,” ucapnya.

Luat pernah berharap agar pemerintah hadir memberikan motivasi kepada Himpaudi dengan menampung dana pembinaan dan pengelolaan dapat di tampung di APBD Pemkab Dairi, namun kenyataan tidak sesuai dengan harapan dirinya.

Menurutnya, insentif guru paud dan dana organisasi Himpaudi harusnya bisa di tampung oleh pemerintah seperti yang telah di lakukan oleh pemkab tetangga, seperti Pakpak Bharat, Medan Sergei dan tobasa.

“Kegagalan itulah yang membuat saya tidak mampu lagi sebagai ketua, apalagi dari segi waktu sebagai kepala desa dan wirausaha, maka saya ingin menyerahkan tongkat estafet himpaudi,” ujarnya.

Lanjut Luat, “yang paling membuat kita miris, ditengah-tengah bantuan untuk PAUD dari APBD, Kabupaten kita dapat BOP dari Kementerian justru oknum dari Pemerintah Kabupaten bertindak sebagai Pengawas dan membuat Kebijakan Pengembalian ke kas Daerah padahal dana yang tak seberapa tersebut sangat dibutuhkan dan sudah melalui verval, dan mirisnya lagi pengalaman penyelenggara PAUD terseret-seret permasalahan hukum dipanggil KEJATISU karna dugaan Korupsi BOP PAUD hanya. Akibat Stakeholder tidak mau Kooperatif dan tidak berjiwa kebundaan, namun walaupun demikian kegagalan perjuangan kita bukan semata-mata karena mereka menutup pintu dan hati tapi karena kita tidak bersatu, kurang kompak, sehingga dipandang remeh, jadi pada musda ini mari kita sepakat satu hati, satu langkah dan bersatu memperjuangkan aspirasi. Maka tujuan kita untuk mendapat keadilan sosial bagi himpaudi akan tercapai seperti bunyi pancasila sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, terangnya.

Maka HIMPAUDI akan jaya seperti yel-yel HIMPAUDI Jaya. Sebenarnya dalam hati saya berfikir tak sanggup lagi Musda-Musda an tetapi keberadaan Panitia Wastana, Silaen, Martine Margareta yang bekerja keras sehingga bisa terselenggara ditambah lagi Kontribusi yang sangat luar biasa dari Bapak Vikner Sinaga yang menyediakan tempat dan penginapan serta konsumsi dan semua kontribusi yang diberikan secara tulus untuk PAUD tanpa ada syarat-syarat. Terakhir saya sampaikan selamat BERMUSDA Ketua terpilih harus didukung bersama dan pesan jika menyusun Pengurus harus orang-orang mau berkorban dan berani mengkritik Pemerintah karena Himpaudi adalah wadah berkreasi dn wadah perjuangan, tegas Luat Darson.

Selain meminta perhatian pemerintah daerah, lebih lanjut Kades Sungai Raya ini juga membeberkan beberapa aspirasi yang pernah di perjuangkan oleh pengelola Himpaudi, beberapa diantaranya sebut luat, agar Insentif guru-guru PAUD ditampung di APBD Dairi termasuk pengelolaan, Kemudahan pengurusan izin PAUD baru tetapi dengan pertimbangan kebutuhan jangan karena kepentingan, BOP agar ditangani dengan baik dan dengan niat mengembangkan oleh para yang membidanginya.

“Kita akui memang sejak di tangani Kabid yang baru, ibu Merlin, sudah lebih baik,” akunya.

Program Himpaud HI (Holistik Integratif) di nilai oleh Luat sangat berpotensi untuk melahirkan generasi – generasi muda yang berprestasi.

“Sebenarnya sangat mumpuni untuk mencetak generasi – generasi emas bangsa agar di laksanakan dengan baik yaitu dengan maksud dan tujuan di laksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh instansi instansi dan semua tingkatan.’ tapi Selama ini tambah Luat, tidak tampak manfaatnya bagi peningkatan pendidikan anak usia dini dan lembaganya mungkin program HI hanya di jadikan media kumpul-kumpul saja,” sarkasnya.

“Selama ini tidak ada manfaat HIMPAUDI oleh POKJA PAUD,” katanya kepada media ini, Kamis (25/11/24).

Pada kesempatan itu kata Luat, Ketua Panitia,Pdt Wastana Sibarani mengatakan Musyawarah Daerah ke 3 HIMPAUDI Kabupaten Dairi harus segera dilaksanakan karena Periode Kepengurusan Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Dairi.

Akan berakhir tanggal 15 Desember tahun 2024 yang mana SK yang diterbitkan Ketua Pengurus yaitu Aminah Yunus, S.Pd, MM wilayah HIMPAUDI Sumatera Utara adalah 15 Desember tahun 2020.

Untuk diketahui Musda Himpaudi tersebut di isi dengan kegiatan sosial oleh isteri Vikner Sinaga LRP Situmorang di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan dengan menyumbangkan beberapa pakaian batik kepada guru paud.

 

(Kristo)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses