USAID Sponsori UKIP Gelar Lokakarya di Raja Ampat

Papua420 Dilihat
Saat Kegiatan Lokakarya Berlangsung di Gedung Wanita, Kamis 25 Oktober 2018. (Foto Zainal)

Raja Ampat, medianasional.id- Universitas Kristen Papua (UKIP) Sorong menggelar Lokarya, Pelatihan Penilaian Stok Ikan Puri dan Program  Champion, di Jalan Perumahan DPRD Raja Ampat, Gedung Wanita, Waisai Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Kamis 25-26 Oktober 2018.

Kegiatan disponsori United States Agency For International Development (USAID), dan bekerjasama dengan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat melalui Dinas Perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat, Jocobis Ayomi, saat membuka acara juga menyampaikan materi tentang Kebijakan Pengelolaan Perikanan Provinsi Papua Barat.

Sementara materi tentang, Pendaftaran Kapal (vessel registration) Manfaat dan Proses disampaikan, Zulkifli Henan  dari DKP Papua Barat. Selanjutnya materi Perikanan Berkelanjutan di Indonesia Bioekologi Ikan Puri dibawakan, Ruddy Moningkey, Roger Tabalessy, Gaspar Manu.

Koordinator Tim Peneliti Ikan Puri Stephanus V. Mandagi dalam materinya menyampaikan, workshop di Yelu, Misool Selatan, isu-isu yang dihasilkan dalam FGD yaitu, tangkapan ikan puri semakin berkurang, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang biologi ikan puri.

“Selain itu, lokasi tangkap yang semakin jauh, kondisi ekonomi yang tidak stabil,” kata Stephanus, Kamis (25/10) pagi.

Dijelaskan, penampung luar daerah yang lebih dominan, karena kurangnya uang untuk modal masyarakat. Kurang pendapatan masyarakat karena hasil  tangkapa yang berkurang harus dicarikan formulasinya.

Menurut Sthepanus, selain itu, ada masalah proses pengeringan, dan penyimpanan khususnya musim hujan. Musim ikan puri yang tidak menentu, kadang banyak terutama musim angin tenggara, sedangkan musim barat hasil tangkapan ikan berkurang.

“Adanya konflik wilayah pemanfaatan antara bagan, dan nelayan tradisional. Ini yang harus diselesaikan,”ujarnya.

Hak Ulayat dalam program perikanan Berkelanjutan  materinya akan disampaikan, Intan Karangan. Gaspar Manu, Melisa Masengi rencananya akan membawakan materi FGD tentang kondisi perikanan puri.

Pantauan media nasional, kegiatan ini melibatkan pelaku usaha perikanan, dan sejumlah nelayan didaerah setempat. (Zainal)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses