Usai Bertemu Bupati Wonosobo, Kementerian Pertanian RI Kini Berupaya Menggarap Pulau Jawa Sebagai Food Estate Holtikultura

Wonosobo220 Dilihat

Wonosobo, medianasional.id – Kementerian Pertanian tengah gencar mengembangkan food estate di sejumlah daerah di Indonesia. Setelah Kalimantan, NTT dan Sumatera, Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian RI kini berupaya menggarap pulau Jawa sebagai food estate holtikultura. Perihal tersebut terungkap dari pernyataan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Holtikultura, Tommy Nugraha, seusai bertemu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Dwiyama SB di Pendapa Kabupaten, Kamis (7/10/2021). “Pertemuan pada pagi hari ini dengan Bupati dan jajaran Pemkab Wonosobo adalah untuk menyampaikan niatan Kementerian Pertanian, mengembangkan usaha budidaya tanaman holtikultura dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial yang berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, modal serta organisasi dan manajemen modern, atau populer kita kenal dengan Food Estate,” ungkap Tommy.

Pihak Kementan, diakui Tommy memilih Wonosobo dengan pertimbangan kondisi geografisnya cocok untuk mengembangkan tanaman holtikultura, seperti Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe, Kentang dan pembibitan cabe. Dengan pertanian model food estate tersebut, pihak pemerintah pusat menurut Tommy akan berupaya menjaga agar harga produk pertanian terjaga stabil dan tidak sampai menimbulkan kerugian bagi petani. “Kami dari Kementan berperan membawa off taker atau pembeli yang menjamin agar harga produk yang dihasilkan petani pada saat panen benar-benar sesuai dengan kesepakatan, sehingga tidak terjadi lagi namanya petani rugi gara-gara harga jual tidak seimbang dengan harga produksi saat tanam,” beber Tommy. Untuk pemilihan lokasi lahan tanam, tommy mengaku telah menyerahkan hal tersebut kepada Pemerintah Daerah. Untuk Pulau Jawa, selain di Wonosobo proyeksi food estate holtikultura disebut Tommy juga akan dikembangkan di Garut, Temanggung dan Bantul.

Menyambut inisiatif Kementan RI terkait rencana food estate, Bupati Afif Nurhidayat mengaku antuasis dan sangat menantikan bagaimana teknis pelaksanaannya di lapangan. “Tentu istilah baru food estate ini, saya rasa akan menumbuhkan optimisme dan harapan baru terhadap produksi pertanian di Kabupaten Wonosobo, yang selama ini menjadi salah satu sektor utama penopang perekonomian daerah,” tutur Afif. Ia mengaku telah meminta kepada Dinas Paperkan Kabupaten untuk benar-benar menyiapkan skema kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Petani dan juga pihak penjamin (Off Taker), agar nantinya semua merasakan keuntungan dari sistem baru food estate tersebut. “Bagian terpenting tentu adalah adanya jaminan bahwa produk pertanian holtikultura di Kabupaten Wonosobo, khususnya yang berada di kawasan food estate sudah dijamin bakal terserap pasar dengan harga yang menguntungkan semua,” tandasnya.

Kepala Dinas Paperkan, Dwiyama SB menambahkan pihaknya telah memilih lokasi food estate di tiga wilayah yaitu, Kalikajar, Watumalang dan Garung, kemudian ditambah satu wilayah lagi sebagai sentra pembibitan cabe, yaitu Sukoharjo. “Lahan yang disiapkan kurang lebih 10 hektar untuk tanaman cabe monokultur di Lamuk Kalikajar dan 200 Hektar model tanam tumpan sari,” bebernya. Sementara, untuk tanaman kentang, Dwiyama mengaku menyiapkan demplot seluas 1 Hektar. Para petani yang masuk dalam skema kerjasama, menurutnya telah siap dengan model food estate dan tinggal mematangkan administratifnya saja.

“Kurang lebih sudah 90 % persiapan food estate ini, sementara sisa nya 10 % adalah upaya mematangkan saja, termasuk di dalamnya mempelajari Perjanjian Kerjasama antara para pihak,” pungkas Diwiyama.

 

Reporter : Andika

Editor : Drajat

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses