Tumpah Ruah, Masyarakat Antusias Padati GRC Nayuh Balak 5 Syawal di Pekon Kegeringan Kecamatan Batu Brak

Lampung Barat207 Dilihat

Lampung Barat. Medianasional.Id- Hujan dari pagi mengguyur Bumi Sekala Bekhak, dingin mulai menyentuh kulit menambah rasa dingin setiap mahluk ciptaan tuhan yang ada di bumi.

Hari ini tanggal 5 Syawal 1446 H, di mana umat Islam masih dalam suasana merayakan “hari kemenangan” usai satu bulan penuh menuntaskan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan 1446 Hijriyah

Momentum Idul Fitri biasa digunakan oleh kebanyakan masyarakat untuk bersilaturahmi antar-saudara ataupun handai taulan, baik yang dekat maupun jauh.

Kesejukan udara yang ada, tidak meredupkan semangat silaturahmi yang dijalani oleh masyarakatnya. Suasana hangat dan penuh kebahagiaan tetap terpancar dari wajah-wajah masyarakat Liwa yang selalu memegang budaya leluhur.

Bahkan tradisi silaturahmi guna menjalin keakraban antarwarga di sana dibalut dalam kebudayaan unik berupa Pesta Sekura Cakak Buah. Tradisi ini setiap setahun digelar masyarakat Lampung Barat di momen Lebaran.

Salah satu daerah yang menggelar tradisi ini adalah di Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Masyarakat daerah ini sejak pagi hari telah siap menggelar kegiatan Sekura Cakak Buah. Di jalan-jalan menuju pesta rakyat, para peserta Sekura dan warga sekitar nampak bergegas menuju panggung utama. Jum,at (4/4/2025)

Nampak terlihat di depan sebagian rumah-rumah panggung terdapat sejumlah pohon pinang yang berdiri kokoh dengan beragam hadiah di pucuknya yang menandakan pesta silahturahmi antar warga segera digelar.

Di Pekon Kegeringan salah satu Pekon Yang masih masuk dalam pusat Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong Lampung tahun ini menggelar Pesta Srkura yang menyediakan 8 batang pohon pinang yang terbagi menjadi 2 yakni 2 untuk anak-anak dan 6 untuk dewasa dengan nilai puluhan juta rupiah.

Salah satu Tokoh Pemuda Pekon Kegeringan Beta Aulia mengungkapkan rasa bangga dan penghargaan setingi-tinginya atas kehadiran masyarakat (minak muakhi) dari berbagai pekon yang ada di kabupaten Lampung Barat atas kehadiran dan partisipasinya dalam gelaran pesta sekura.

“Kami bangga dan terimakasih kepada semua pihak baik masyarakat pekon kegeringan maupun masyarakat dari berbagai komunitas sekura yang ada telah hadir dan ikut serta dalam gelaran sekura hari ini dan perlu diketahui Tradisi Sekura Cakak Buah, tidak hanya menjadi warisan adat istiadat di Kabupaten Lampung Barat tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan dan menghidupkan nilai-nilai leluhur dan nilai-nilai inilah yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Senada dengan Beta, Agung selaku Ketua Panitia Pesta Sekura Cakak Buah Tahun 2025 Pekon Kegeringan tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangga atas suksesnya acara hari ini.

“Saya bangga sekaligus terimakasih atas kerjasama semua jajaran kepanitiaan, dari awal sampai hari ini gelaran pesta bisa berjalan sukses, hari ini GRC (Geringan Remaja Club) Nayuh Balak (Pesta Besar), ini tidak mungkin bisa terlaksana tanpa dukungan semua pihak seluruh lapisan masyarakat, Pemerintahan Pekon,Raja-Raja Jukuan bahu membahu untuk suksesnya acara hari ini sekali lagi kami ucapkan terimakasih, kepada seluruh Komunitas yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu juga saya atas nama panitia mengucapkan terima kasih telah hadir, dalam kesempatan ini juga kami mengucapkan permohonan maaf kepada penguna jalan atas ketidak nyamanannya selama gelaran berlangsung keluhan dan masukan akan menjadi evaluasi kami di tahun mendatang” ujarnya.

Sekura bukan hanya pesta rakyat, lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan tentang gotong-royong dan kebersamaan antar-masyarakat yang menjadi dasar untuk membangun Lampung Barat menjadi kabupaten yang lebih baik lagi, oleh karena itu, pesta Sekura yang telah dikenal banyak orang baik dalam negeri maupun luar negeri, tidak sampai dicedrai dengan menggunakan pakaian yang kurang sopan dan hal negatif lainnya.

Terus menjaga dan melestarikan adat budaya ini dengan memunculkan nilai-nilai positif di dalamnya, sehingga Bumi Sekala Bekhak Lampung Barat diharapkan akan terus dikenang orang sebagai daerah budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses