Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat, Wabup Lintarti Pastikan Pembelajaran Dimulai Juli Mendatang

Banyumas1721 Dilihat

Banyumas, medianasional.id – Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik baru Juli 2026, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Banyumas yang berlokasi di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang pada Jumat (3/7).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, ruang belajar, serta berbagai fasilitas penunjang agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik sejak hari pertama.

Dalam peninjauan tersebut, progres penyelesaian fasilitas Sekolah Rakyat Banyumas telah mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan yang masih berlangsung merupakan tahap penyelesaian akhir (finishing), sehingga seluruh sarana ditargetkan siap digunakan sesuai jadwal dimulainya pembelajaran.

“Ini sekitar 90 persen. InshaAllah nanti Juli sudah selesai, karena memang dikejar untuk tahun ajaran baru,’’ ujar Wabup Lintarti di hadapan awak media pasca peninjauan.

Disinggung mengenai fasilitas yang ada, Waup Lintarti menuturkan Sekolah Rakyat memiliki fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari ruang pembelajaran, asrama putra-putri, asrama guru, lab. bahasa, lab. komputer, kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, hingga lapangan basket dan mini soccer.

“Fasilitasnya lengkap jadi memang sangat bagus dalam menunjang proses pembelajaran nantinya,’’ ucapnya.

Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah menjelaskan untuk kapasitas peserta didik pada awal pembelajaran di targetkan sebanyak 90 siswa pada setiap jenjangnya (SD-SMA), sehingga total nantinya akan ada 270 siswa baru Sekolah Rakyat Banyumas.

“Untuk SMP sekitar 400 peminat sudah dijangkau 90, kemudian SMA sekitar 360 peminat sudah terjangkau 90. Kemudian SD yang ini masih belum full ya, sekitar 25,” ujarnya.

Isbandiyah mengatakan, belum optimalnya jangkauan peserta didik jenjang SD diduga dipengaruhi oleh usia anak yang masih relatif kecil. Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua masih merasa keberatan melepas anaknya untuk mengikuti pendidikan dengan sistem asrama, karena dinilai masih membutuhkan pendampingan dan pengasuhan secara langsung dari keluarga.

“Kita juga menyadari tidak bisa memaksakan ya. Kebanyakan karena orang tua masih belum tega atau anaknya belum mau pisah dengan orang tuanya itu,’’ lanjutnya.

Adapun jika sampai hari penetapan kuota untuk jenjang SD tetap tidak tepenuhi, maka akan ada rencana kuota akan dialokasikan untuk jenjang SMP dan SMA.

“Karena kemarin yang saya pahami sudah diajukan permohonan kepada Kementerian Sosial untuk kekurangannya ini dialokasikan untuk SMP dan SMA,’’ tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie menerangkan, Sekolah Rakyat memang diperuntukan untuk anak atau keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2, dengan kata lain adalah keluarga yang dikategorikan sangat tidak mampu.

“Nah ini dari kementerian sosial (Kemensos), kemudian dinas sosial, itu sudah melaksanakan pemilihan atau filter mulai keluarga tidak mampu, kemudian jumlah keluarganya berapa, kemudian dia punya beban pinjaman berapa, dan sebagainya,” ucapnya.

Seiring masih berlangsungnya tahap penyelesaian bangunan, proses pembelajaran akan dilaksanakan di fasilitas yang telah dinyatakan siap digunakan. Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap dimulai sesuai jadwal.

“Infonya seperti itu, dari dinas pupr yang bertugas di sini. Tapi, kalau guru, kepala sekolah sudah siap, sudah ready temari, tempat tidur juga sudah ready,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses