Bantul,-medianasional.id- Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara, Kabupaten Bantul, pada hari kedua operasi pencarian, Senin (6/7). Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia terhadap satu orang yang terseret ombak secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan pencarian korban bernama Muhammad Bara Rizki Wardana (8), seorang pelajar asal Modalan, Banguntapan, Bantul.
Peristiwa bermula pada Minggu (5/7) sekitar pukul 13.27 WIB. Sebelumnya, korban bersama ayah dan adiknya mencari kepiting di sekitar Pantai Gua Cemara. Setelah selesai, korban bermaksud membilas kaki dan tangan di bibir pantai. Tiba-tiba datang ombak dari arah samping yang menyeret korban bersama adiknya. Sang ayah berhasil menyelamatkan adik korban, namun korban tidak dapat diselamatkan dan hilang terseret arus.katanya.
Laporan kejadian diterima petugas, kemudian Tim SAR Gabungan segera melaksanakan operasi pencarian. Pada hari kedua, pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU), yang meliputi penyisiran darat dari berbagai sektor pantai, pencarian melalui jalur laut menggunakan jukung, serta pemantauan udara menggunakan drone.
Setelah dilakukan pencarian secara intensif, pada pukul 16.20 WIB korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di Pantai Bugel, Kabupaten Kulon Progo, sekitar 13 kilometer dari lokasi awal kejadian di Pantai Gua Cemara.
Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak berwenang serta keluarga untuk proses lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, Komandan Operasi menyatakan Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia terhadap satu orang terseret ombak di Pantai Gua Cemara resmi ditutup. Seluruh personel dan unsur SAR Gabungan dikembalikan ke instansi masing-masing.
Tim SAR Gabungan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Masyarakat juga diimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan, mematuhi arahan petugas, serta tidak bermain terlalu dekat dengan bibir pantai karena karakter ombak yang tinggi dan arus balik (rip current) dapat membahayakan keselamatan.tutupnya.(wid).






