Tim Harimau Kampar Sikat Bandar Narkoba, 2 Pelaku dan 20 Kg Shabu Diamankan, 2 Pelaku Lain Meninggal

295 views

Pekanbaru, medianasional.id – Tim Harimau Kampar Polda Riau yang dibentuk setahun yang lalu oleh Kapolda, Irjen. Pol. Agung Setia Imam Effendi, S.H, S.I.K, M.S.i, kembali mengukir prestasi dalam pengungkapan jaringan Narkoba di wilayah hukum Polda Riau.

 

Senin dinihari (9/11/2020) sekira pukul 02.00 Wib, Tim ini berhasil mengungkap kasus tindak pidana Narkotika jenis Shabu di 2 lokasi berbeda, yakni dijalan Arifin Ahmad sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, dan di Kaanzaha Kost Jalan Akasia Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, yang dikendalikan oleh inisial SE seorang narapidana Narkoba di Lapas Pekanbaru (meninggal dunia karena sakit).

 

Pelaku yang berhasil diamankan atas nama inisial SB (Lk 50) yang mengaku sebagai pekerja swasta dan beralamat di jalan samsudin Kelurahan Pergam Kecamatan Rupat Selatan, Kabupaten Bengkalis. Kemudian inisial SS yang mengaku sebagai Kordinator Survey Calon Bupati, beralamat dijalan R. Sembiring Blok A No 6 Kelurahan Nagapita Kecamatan Siantar Martoba Pematang Siantar.

Seorang tersangka lainnya inisial HE, yang beralamat di Jalan Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru (meninggal dunia).

 

Kemudian dari para Tersangka, Tim berhasil mengamankan 20 Kg Shabu yang dikemas dalam 20 bungkus besar Teh Hijau menggunakan bungkusan Milo. Narkotika ini dimasukkan dalam 2 karung, dan masing -masing karung berisi 10 bungkus berisi Shabu.

 

Sementara itu, turut diamankan 1 unit mobil Avanza warna hitam Nopol BM-1103-VV, 1 unit mobil Toyota Yaris Nopol BK-1375-WA, 3 Unit Hp Nokia warna hitam, 2 Unit hp Android merk Samsung dan merk Nuqiq buatan Malaysia, sebuah dompet warna hitam berisi 1 buah kartu ATM keluaran BTN dan 1 buah ATM Bank Mandiri.

 

Berbekal dari informasi yang disampaikan masyarakat pada Jum’at (23/10) lalu, Tim Harimau Kampar dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mendapat info akan adanya seseorang yang akan membawa Narkoba dari Rupat menuju Kota Dumai.

 

Informasi yang sangat berharga itu ditindaklanjuti oleh tim dengan melakukan penyelidikan selama lebih kurang 14 hari di wilayah Pulau Rupat Bengkalis dan Kota Dumai, akhirnya pada Senin (9/11/20) Tim Harimau Kampar yang dibackup Satuan Narkoba Polres Dumai melakukan pembuntutan terhadap mobil yang dicurigai jenis Avanza warna hitam BM-1103-VV diduga berisi 2 orang pelaku.

 

Sesampainya di jalan Arifin Ahmad Sepahat Kecamatan Bukit Baru Bengkalis, dilakukan upaya penghadangan terhadap Mobil tersebut, namun para pelaku mencoba melarikan diri dan tidak mengindahkan peringatan petugas.

Mereka menyerempet mobil Tim serta menabrak bagian depan mobil petugas, sehingga diambil tindak tegas dan terukur dengan tembakan kearah kendaraan tersebut, hingga mengenai pelaku yang mengemudikan kendaraan tersebut.

Selanjutnya Tim menangkap tersangka SB yang posisinya berada disamping pengemudi, dan setelah dilakukan penggeledahan kendaraan didapati barang bukti 20 Kg Narkotika jenis Shabu.

 

Berdasarkan keterangan dari tersangka inisial SB, selanjutnya Tim melakukan penggembangan ke wilayah hukum Polres Pelalawan. Tepatnya di sebuah Kost Home Stay di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Tim berhasil menangkap tersangka inisial SS yang berperan sebagai pengawal dan juga mengaku sebagai anggota Polisi dan Anggota BNN yang mendapatkan upah Rp 40 Juta.

 

Dari tersangka inisial SS ini, Tim berhasil mengamankan 1 unit mobil Toyota Yaris Nopol BK-1358-WA dan 2 unit handphone yang digunakannya.

Kapolda Riau saat menggelar konferensi pers menjelaskan adanya modus baru dari kejahatan yang dilakukan para pelaku, diantaranya dengan membungkus barang bukti dengan kemasan Milo dan pelaku juga mengaku sebagai anggota Polri.

 

“Hari ini Tim Harimau Kampar berhasil mengungkap kasus Narkoba diwilayah Bengkalis dan Pelalawan yang melibatkan 4 pelaku dan 2 diantaranya meninggal dunia. Para pelaku menggunakan cara baru, yaitu membungkus Narkotika dengan kemasan Milo, dan salah satu pelaku yaitu inisial SS juga mengaku sebagai anggota Polri dan kendaraan ini rencananya akan diganti dengan plat dinas Kepolisian”, papar Irjen Agung.

 

“Kita melakukan penghadangan dari rencana bandar memasukan 20 Kg Shabu ke Pekanbaru dan kita tahu, bahwa yang bersangkutan sudah menyiapkan untuk memasukan barang ini dari bengkalis. Tepatnya di Kec. Bukit Batu dengan cara yang sudah semakin baik memperbaiki cara – cara lama yang bisa kita endus. Kemudian mereka melakukan upaya dengan lebih rapi lagi, yaitu dengan menyiapkan pengamanan wilayah dan rute perjalanan dari bengkalis menuju Pekanbaru supaya aman”, lanjut Irjen Agung.

 

Lanjut inisial SE, seorang narapidana Narkoba di Lapas Pekanbaru sebagai pengendali upaya memasukan barang haram ini dari bengkalis menuju ke Pekanbaru. Dengan bekerjasama dengan inisial SB dan HE. Mereka telah 2 kali mencoba, namun gagal dan ini adalah upaya ke-3 dengan mengajak inisial SS untuk mengawal.

“SS ini yang mengatur dan memastikan, bahwa di perjalanan sudah diamankan semua sampai ke Pekanbaru”, terang Agung.

“Namun saya yakinkan, bahwa kita akan lakukan pengejaran dan menemukan para pelaku dimanapun mereka bersembunyi”, tutup Kapolda Riau.

 

Para pelaku disangkakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun.

 

Sumber : Dirilis oleh Kasubbag Humas Polres Kampar.

Editor : Robinson Tambunan.

DomaiNesia

Pekanbaru

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.