Tiga Kecamatan Rawan Banjir, BPBD Lobar Perkuat Relawan di Labuapi, Gunung Sari, dan Batulayar

Lombok Barat, NTB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengumumkan bahwa fase ‘Kemarau Basah’ telah berakhir dan memasuki musim pancaroba, masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyertai masa transisi ini, (Jum’at 24/10/2025).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar, H. Sabidin, menjelaskan bahwa situasi saat ini, yang disebut musim pancaroba, adalah masa yang paling perlu diwaspadai. Pancaroba ditandai dengan intensitas panas yang tinggi, diikuti oleh hujan lebat, petir besar, dan angin Kencang.

” sekarang di pertengahan bulan Oktober ini hujan sudah tampak merata. Sebelum hujan itu ada terik matahari yang cukup tinggi, cuacanya cukup panas, tetapi nanti setelah itu dia akan ada hujan,” jelasnya.

Sebelum musim hujan masuk lebih dalam, BPBD Lobar mengimbau masyarakat untuk segera melakukan tindakan pencegahan utama Perantingan Pohon terutama yang berada di sekitar rumah, Bersihkan Saluran Air Tidak membuang sampah di saluran air dan membersihkan sedimentasi di selokan agar aliran air lancar.

H. Sabidin juga melaporkan bahwa BPBD memiliki program pembinaan dan edukasi antisipasi bencana (melalui konsep NTB, yaitu edukasi, dan simulasi bencana) yang berfokus pada dua Desa rawan banjir dibawah bendungan Meninting yaitu Desa Dasan Geria Rawan karena posisinya berada di bawah Bendungan Maninting, Desa Taman Ayu Rawan karena lokasinya berada di pinggiran laut, menjadi titik akhir perjalanan air dari wilayah timur, serta rentan terhadap banjir rob (pasang air laut yang besar).
Tiga kecamatan yang diidentifikasi paling rawan dan sudah pernah terjadi banjir berulang kali adalah Labuapi, Gunung Sari, dan Batulayar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses