INDRAMAYU – Momentum Idulfitri 1447 H menjadi saksi bisu kembalinya rajutan persaudaraan puluhan alumni SMEA PGRI Bunderan Kijang, Kabupaten Indramayu. Mengusung semangat “Seduluran Selawase”, para alumnus angkatan 1992 ini menggelar acara Reuni dan Halalbihalal (HBH) ke-33 yang berlangsung khidmat di kediaman Ustadz Harodin, Haurgeulis, Minggu (29/03/2026).
.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Panitia Alumni, Mujenah, beserta puluhan rekan seangkatan yang datang dari berbagai daerah. Kehadiran mereka bukan sekadar melepas rindu, melainkan untuk menjaga api kekeluargaan yang telah terjalin selama tiga puluh tiga tahun terakhir.
.
Dalam sambutannya, Mujenah menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus permohonan maaf kepada seluruh pengurus dan rekan alumni. Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada Ustadz Harodin sekeluarga yang telah memfasilitasi tempat bagi terselenggaranya acara tersebut.
.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan upaya nyata untuk memperkuat ajang silaturahmi dan menjaga kebersamaan kita agar tetap sedulur selawase (bersaudara selamanya),” tegas Mujenah.
.
Suasana religius menyelimuti acara inti saat Ustadz Sukasa, alumnus asal Desa Kertasmaya yang kini menetap di Desa Tambi, menyampaikan tausiyahnya. Dalam ceramah tersebut, ia menekankan bahwa menjaga tali silaturahmi merupakan kunci pembuka pintu rezeki, memperpanjang usia, serta mempermudah segala urusan, baik di dunia maupun akhirat.
.
Kehangatan antar-alumnus semakin terasa saat memasuki sesi berbagi kisah. Para peserta saling bertukar cerita mengenai perjuangan hidup, mulai dari pengalaman di perantauan hingga dinamika kehidupan di kampung halaman masing-masing.
.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi makan siang bersama di Rumah Makan Bakso Andaru, Haurgeulis. Momen ini sekaligus menjadi ajang foto bersama dan bersalam-salaman sebelum para alumnus kembali ke kediaman masing-masing. Pertemuan ini menjadi bukti nyata solidnya kekompakan para lulusan SMEA PGRI Bunderan Kijang Indramayu Angkatan 1992 meski telah puluhan tahun meninggalkan bangku sekolah.






