Terkait Kesalahpahaman Dengan Wartawan MNC Group, PLN Jateng- DIY Minta Maaf

KENDAL- medianasional.id- Terkait dengan adanya kesalahpahaman yang terjadi antara petugas keamanan Gardu Induk Kaliwungu dengan wartawan MNC Group yang hendak mengambil gambar pada saat terjadi gangguan di kawasan gardu induk pada Sabtu, (10/7), PLN Distribusi Jateng dan DIY meminta maaf.

Permohonan maaf dilakukan saat mediasi antara PLN Distribusi Jateng dan DIY dengan wartawan MNC grup Edy Prayitno dan PWI KENDAL sebagai organisasi profesi jurnalis Minggu (11/7) kemarin.

Sutanto Manager Sub Bidang Aset Properti, Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah menjelaskan bahwa PLN tidak dapat mengizinkan wartawan meliput ke dalam dikarenakan Gardu Induk merupakan aset objek vital nasional yang butuh perizinan khusus jika akan memasuki area.

Hal ini berdasarkan Kepres Nomor 63 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 tahun 2017 tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. ” Objek vital nasional adalah kawasan atau lokasi, bangunan atau instalasi dan atau usaha yg menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis,”jelas Sutanto.

Infrastruktur kelistrikan yang termasuk ke dalam objek vital meliputi pembangkit listrik dan gardu induk. Sebagai Objek Vital, tentunya terdapat SOP khusus dalam pengamanannya.

“Kejadian yang menimpa merupakan aksi pribadi sesuai tugas pegawai atau security tersebut dalam melaksanakan prosedur atau SOP yang berlaku,” imbuh dia.

Sutanto menjelaskan jika PLN selalu terbuka dan transparan dalam memberikan informasi sesuai dengan KIP melalui Juru Bicara perusahaan.

Sementara itu dalam mediasi dipimpin Endah Yuliati Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I Yogyakarta. Pihak wartawan dan PLN sepakat untuk lebih menjalin komunikasi lebih intens lagi agar tidak ada kesalahpahaman lagi.( AERO)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses