Terbentuknya Komunitas Transformasi Generasi Berdaya Didampingi Seeker Revolution, Dorong Cetak 171 Gen Z Menjadi Wirausaha di 2026

Bekasi, Jawa Barat1167 Dilihat

Bekasi, medianasional.id | Semangat wirausaha menjadi hal yang sangat penting dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat, terutama Generasi Z yang dikenal kreatif dan adaptif di era teknologi. Namun, hampir 90% di antaranya gagal saat memulai usaha sendiri. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya mental tangguh serta minimnya pendampingan dalam mengeksekusi bisnis. Minggu, 18 Januari 2026.

Oleh karena itu, pendampingan usaha menjadi sangat penting untuk menciptakan konsistensi dalam membangun bisnis, sehingga mampu melahirkan lapangan kerja dari kemandirian Gen Z. Hal inilah yang melatarbelakangi hadirnya Komunitas Transformasi Generasi Berdaya, komunitas di bawah naungan Rajawali Entrepreneur Inkubator yang berkolaborasi dengan Seeker Revolution Group sebagai pendamping program.

Dengan mengusung tema “Mencetak 171 Gen Z Menjadi Pemilik Bisnis & Startup”, program ini resmi dikick-off pada Minggu, 18 Januari 2026, sebagai awal dari program pendampingan selama 12 bulan ke depan.

Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan generasi muda di tengah perubahan ekonomi dan pesatnya perkembangan teknologi. Melalui gerakan yang terstruktur dan berkelanjutan, 171 Gen Z dipersiapkan tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha serta membangun startup berbasis inovasi dan solusi.

Bapak Ajat Permana selaku Direksi PT Rajawali sekaligus Ketua Komunitas menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah bagi anak muda untuk bertumbuh, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Hal senada disampaikan oleh Bapak Eri Subada, Direksi Omah Joglo, yang menekankan pentingnya memiliki lingkungan bisnis yang positif agar terus berkembang.

Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Subagiyo selaku Ketua Asosiasi Kuliner Indonesia serta Bapak Ujang Sodikin, SE, sebagai salah satu perwakilan orang tua dari peserta Gen Z.

Ketua Pelaksana, Bapak Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa membangun usaha di era teknologi yang bergerak cepat membutuhkan kolaborasi dan pendampingan yang tepat. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Seeker Revolution yang telah lebih dari 9 tahun bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya kewirausahaan dan pengembangan diri, untuk membentuk karakter wirausaha muda baru di tahun ini.

Acara ini dimentori langsung oleh Vienkan Bahreyis Khotazan, CEO Seeker Revolution Group sekaligus Direktur Utama PT Sentral Eksekutif Revolusioner. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan inkubator bisnis dan karier. Tahap awal dimulai dengan pemetaan minat dan positioning bisnis para Gen Z, sebelum masuk ke pendampingan intensif selama 12 bulan dengan minimal 4 kali pertemuan setiap bulan.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa ketika kami memaparkan materi dan tools roadmap bisnis yang akan mereka dapatkan selama program ini,” ujarnya.

Seeker Revolution juga menghadirkan Farhan Muhammad, CEO Sankyu Group sekaligus Owner OmToffe, brand roti kopi yang kini telah memiliki 75 cabang. Ia membagikan pengalamannya merintis usaha sejak kuliah, menjaga konsistensi, disiplin berinovasi, serta pentingnya memiliki mentor, salah satunya bersama Seeker Revolution Group.

Tidak hanya sekadar pelatihan, program ini juga dibekali metode pendampingan berupa coaching dan mentoring yang fokus pada transformasi bisnis, manajemen pemasaran, serta manajemen keuangan. Di akhir program, peserta diharapkan tidak hanya memiliki roadmap bisnis yang jelas, tetapi juga proposal pitch deck yang matang untuk mengembangkan bisnis ke skala yang lebih besar.

“Saya baru pertama kali mengikuti program pelatihan dengan metode pendampingan seperti ini. Setelah mengikuti kick off, wawasan saya semakin terbuka untuk membangun bisnis. Dulu masih ragu, tapi sekarang semakin yakin bahwa bisnis itu penting, terutama bagi Gen Z dan Milenial, sekecil apa pun usaha kita,” ujar Mamin Supriatna, salah satu peserta kick off. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses