Tan Gozali Nasution Ketua IPM Berharap Kapolres Baru Serius Memberantas Narkoba

Mandailing Natal1341 Dilihat

Mandailing Natal, medianasional.id – AKBP Bagus Priandy,i Rabu (14/01/2026) Di Hari ke-3 awal masa kerja di tugas barunya sebagai Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Mandailing Natal sangat di harapkan dapat menuntaskan masalah, persoalan Narkoba, kejahatan lingkungan dan kejahatan seksual yang marak di Kabupaten ini.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution menyambut sangat senang dengan pergantian pimpinan Korps Bhayangkara di Kabupaten Mandailing Natal ini, dan berharap keseriusannya dalam memberantas Narkoba.

“Sebagai Pemuda Mandailing. Kita siap berkolaborasi kalau Polisi mau, tentang persoalan yang marak di Kabupaten ini, Narkoba, Peti, BBM, Perambahan Hutan, Tong Emas dengan merkurinya, sianida dan kerusakan alam dampak perusahaan perkebunan, serta pertambangan di Madina ini, itu sudah sangat mendesak untuk di berantas,” ungkapnya.

Tan, kemudian menggambarkan, meningkatnya kasus pencurian di Madina menurutnya, dampak akibat peredaran Narkoba yang kian marak ke berbagai sudut daerah di Kabupaten Madina.

“Mencuri kotak amal Masjid & besi Itu contoh kasus yang sekarang sering terjadi. Narkoba jenis sabu-sabu ini tidak hanya menyasar orang berduit, tapi juga kaum miskin. Ini sudah semacam bencana di daerah ini,” katanya.

Menyebut itu, terjadi karena kepolisian yang lemah dalam pemberantasan Narkoba.

Peredaran Narkoba ini, menurut Tan, sejalan juga dengan kejahatan lingkungan, seperti pertambangan emas ilegal yang banyak beroperasi di daerah-daerah aliran sungai yang ada di Kabupaten Madina. Dan ini juga harus jadi pekerjaan rumah Kapolres yang baru.

“Kita bisa lihat, di kecamatan – kecamatan yang banyak tambang emas bukan hanya dihilir sungai bahkan terjadi dihulu sungai2 yang ada di Madina, peredaran narkobanya juga tinggi. Karena apa?, dugaan kita selama ini justru difasilitasi oleh oknum aparat ini, semacam bisnis sampingan bagi payung mereka,” kata Tan, tanpa mengurai aparat yang dimaksud.

Dan terakhir, menurut Tan, Kabupaten Madina yang katanya serambi mekkah, juga sangat rentan terhadap kejahatan seksual, dan minimnya keamanan bagi perempuan dan Anak – anak di daerah ini.

Itu juga terjadi, karena tempat-tempat hiburan malam terselubung dijadikan lokasi peredaran Narkoba dan minuman keras serta prostitusi berkedok pemandu lagu.

“Coba polisi atau BNN, ikut razia tempat karaoke & fakkter tuak itu, disana banyak anak – anak kita, di bawah umur ikut terdampak Narkoba dan miras sekaligus juga bebas di sana menjajakan diri,” katanya.

Tan sangat berharap yang sebesar – besarnya agar polisi di bawah komando AKBP Bagus Priandy, hadir di tengah masyarakat memberikan rasa aman, bagi semua kelompok, terutama bagi perempuan dan anak – anak yang rawan akan kejahatan pelecehan seksual dan sosial.

“Kita juga meminta Pemda, DPRD, MUI Madina, serta Para Tokoh Adat, Ulama, Pemuda, Mahasiswa, LSM, Pers dan Tokoh Pesanteren ikut bersama – sama menyuarakan pemberantasan Narkoba, kejahatan lingkungan dan sosial yang terjadi di bumi dengan julukan kota sejuta santri,” ungkap Tan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses