Tamparan Bagi Pemerintah, Pedagang Pelabuhan Ampenan Kibarkan Bendera Putih

Mataram, medianasional.id – 97 pedagang Pelabuhan Ampenan kibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah dengan kondisi sulit saat ini.

Ratusan bendera putih dikibarkan dan dipasang di lapak pedagang sebab ekonominya kian melemah.

Mereka ingin diperhatikan pemerintah karena tidak pernah tersentuh bantuan. Para pedagang berkumpul dan menyuarakan aksi mereka.

“Kami menyerah, Sampaikan ke seluruh dunia,” ujar Indari Sucipto, Ketua Pedagang Pelabuhan Ampenan. Sabtu (31/7).

Kondisi sulit sudah dirasakan pedagang setelah musibah gempa bumi tahun 2018, pengunjung terus berkurang, saat Covid-19 menyerang membuat situasi semakin sulit.

Pantai ampenan sempat di tutup, setelah dibuka, pengunjung jauh berkurang sebab dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

“Tentu berimbas pada pemasukan pedagang, Pengunjung takut dan trauma disuruh bubar oleh aparat. Kami hanya mendapatkan Rp 5 ribu saja seharinya,” keluhnya.

Bukan hanya itu, Pedagang tidak pernah tersentuh bantuan, Bahkan sejak gempa tahun 2018 tidak ada bantuan yang diberikan. Padahal banyak instansi yang lalu lalang berdatangan ke Pantai Ampenan.

“Tapi hanya segelintir pedagang yang mendapat bantuan, tidak semua mendapat bantuan. Kalau hanya 3 kilogram beras, itu bisanya sampai kapan?” terangnya.

Padahal pedagang sudah patuh dengan ketentuan pemerintah menggunakan masker dan menjaga jarak, Tapi timbal balik dari pemerintah sangat minim.

“Kami memakai masker, Jam buka dan tutup juga kami patuhi, Tapi aspirasi kami tidak pernah didengarkan. Kami hanya melihat warga yang lain menerima bantuan,” sesalnya.

Kepala Lingkungan Melayu Bangsal, Sukini sebut warganya yang berdagang di Pantai Ampenan menyerah. Karena saat ini pengunjung sangat sepi, Biasanya pada pukul 17.00 Wita pengunjung memadati Panta Ampenan. Tapi kini sudah tidak lagi, Pengunjung sepi dan pukul 20.30 Wita pedagang sudah diminta tutup oleh aparat.

“Bayangkan kami jam 08.00 (malam) sudah tutup. Sedangkan pagi sampai sore itu sepi melompong pengunjungnya,” cetusnya.

Dia meminta pemerintah jangan berpangku tangan Bantuan yang diberikan pun hanya untuk segilintir orang saja.

“Kami pun ingin bahagia seperti yang lain. Jangan yang lain diberikan tapi kami di sini tidak dilirik,” katanya. (Aziz)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses