
MUKOMUKO, redaksimedinas.com – Kamis (15/03), pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kabupaten Mukomuko, mengakui belum mendapatkan informasi secara tertulis dari Kemenpan-RI. Kapan jadwal pelaksanaan, menyangkut tahapan – tahapan pelaksanaan test bakal Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pada tahun 2018 ini.
Sedangkan, jumlah kuota yang diminta Kemenpan-RI, telah disampaikan oleh Pemkab setempat, melalui BKPSDM, sebanyak 320 orang. Yang terdiri dari formasi Pendidik (Guru), Teknis dan Kesehatan. Secara persis, pihak BKPSDM setempat, juga belum mengetahui berapa rincian kuota, yang akan disetujui oleh Kemenpan-RI.
Kepala BKPSDM setempat, Jawoto.S.Pd.SE.M.Pd, mebenarkan perihal tersebut. Dikatakannya, tahapan penyeleggaraan pengadaan test CPNS itu, pihaknya belum dapat berbicara banyak. Karena belum adanya pernyataan secara tertulis, yang diterimanya, dari Kemenpan-RI. Tetapi, menyangkut informasi adanya test tersebut, dapat dipastikan kebenarannya. Akan dilaksanakan dalam tahun 2018 ini, (Bukan Informasi, Hoax, red).
Sesuai dari pernyataan Jawoto pula, diperidiksikan pelaksanaan test dimaksud, akan digelar dalam bulan Agustus, sampai dengan September. Sedangkan jumlah kuota, kemungkianan akan diputuskan sekitar bulan Mei.
“ Informasi secara tertulis, mengenai tahapan penyelenggaraan test CPNS itu, belum kita dapatkan. Terkait kuota yang diminta, telah kita ajukan. Sebanyak 320 orang, kepada Kemenpan-RI. Kemungkinan sekitar bulan Mei nanti, kuotanya ditetapkan. Sedangkan untuk tahapan pelaksanaannya, diperkirakan didalam bulan Agustu sampai September. Secara persis, kita juga belum mengetahui berapa jumlah kuota, yang akan disetujui, oleh Kemenpan-RI.” Ujar Jawoto, Kamis (15/03), diruang kerjanya.
Ditambahkan Jawota, kalaulah pihaknya, telah mengetahui secara pasti menyangkut test tersebut. Tentunya dia akan mengundang para awak media. Dijelaskannya, terkait pelaksanaan test itu nantinya, dipastikan secara online, menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Menyangkut masalah usia, orang yang akan mengikuti test, tidak dibenarkan berusia diatas 35 tahun.
“ Kalaulah tahu secara persis, mengenai tahapan – tahapan test itu, tentunya saya akan mengundang teman – teman media, untuk menginformasikan.” Pungkasnya.(Aris)



