
Semarang, Medianasional.id – Korban pandemi covid-19 terus berjatuhan, orang-orang yang kita kenal dan dekat banyak pula yang telah berpulang akibat virus corona. Termasuk warga gereja.
Tetapi dari data yang ada banyak pula umat yang sembuh dari paparan covid-19. Di sinilah gereja dituntut ambil peran dalam pertolongan, terutama dukungan pengobatan covid-19 melalui terapi plasma konvalesen.
Hampir tiap hari kita menerima pesan berantai tentang kebutuhan teman atau saudara kita yang di ambang maut untuk kebutuhan donor plasma. Dan kita kelabakan bila mereka adalah orang-orang yang kita kenal dan kasihi. Mengapa gereja tak ikut menolong dalam kondisi ini?
Apa yang dapat dilakukan?
1. Jelaskan kepada umat bahwa kita harus menolong orang-orang yang terpapar covid-19 dengan yang kita bisa. Dan saat ini yang sangat dibutuhkan para pasien adalah berdonor (donasi) plasma.
2. Menjelaskan pula ke umat bahwa orang yang bisa menjadi donor plasma adalah mereka yang pernah terpapar dan telah sembuh. Kemudian menyentuh hati umat yang pernah sakit dan sembuh untuk bersedia menolong dengan rela dan sukacita sesama yang saat ini mengalami sakit yang sama.
3. Mendata jemaat yang telah pulih dari paparan covid terutama yang dulunya bergejala menengah-berat. (Usia, alamat, berat badan, golongan darah dan sebagainya)
4. Persyaratan untuk bisa menjadi donor plasma umumnya adalah: Usia 18 -60 tahun; Berat badan minimal 60 Kg (Pria) 55 Kg (Perempuan); tidak memiliki komorbid (diabetes, hipertensi, gagal ginjal, HIV dsb), sudah lewat 14 hari sembuh dari covid-19.
5. Ketika data di atas sudah ada di gereja, maka gereja bisa dengan cepat (karena kebutuhan darah selalu mendesak waktunya) menolong jemaat ataupun orang lain (bahkan dengan latar belakang apapun) yang sedang membutuhkan.
Kiranya surat terbuka ini bisa diresponi oleh para pimpinan gereja dengan sukacita, supaya gereja turut berperan aktif menanggapi kebutuhan donasi plasma dalam menghadapi pandemi ini.
Artikel ini tayang atas sepengetahuan penulis yang disampaikan dan diterima langsung awak media nasional melalui wastapp Selasa (7/7/2021)
Penulis : Setio Boedi
Editor : Nimbrod Rungga






