Sudah Lima Hari, Puluhan Rumah Warga Desa Suka Jadi Masih Tergenang Air

Aceh808 Dilihat

Aceh Tamiang, Medianasional.id – Puluhan rumah warga Dusun Citra III, Desa Suka Jadi Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang masih digenangi air. Genangan air dimaksud terjadi akibat luapan air sungai Tamiang pada Selasa (14/1/2025) lalu.

Meskipun debit air sungai Tamiang sudah mulai surut, namun karena adanya pendangkalan pada drainase pembuangan yang disertai penyumbatan sampah pada gorong-gorong menjadi penyebab utama tertahannya air dipermukiman padat penduduk.

“Biasanya surutnya air pada DAS (Daerah Aliran Sungai) Tamiang juga diikuti oleh mengeringnya permukaan air yang menggenangi rumah warga. Tetapi karena terjadinya pendangkalan parit maka sampah-sampah berbagai jenis pun jadi menyumbat,” ungkap Datok Penghulu Kampung (Kepala Desa) Suka Jadi, Zainal Abidinsyah yang didampingi Sekretaris Desa, Bobby Kurniawan dan Kepala Dusun Citra III, Muhammad Amin yang ditemui Medianasional.id, Kamis (18/1/2025).

Dijelaskan Zainal, Desa Suka Jadi merupakan kawasan Desa yang kerap terimbas banjir dari luapan air sungai Tamiang karena selain letak Desanya di tepi DAS Tamiang dan rendah pula. Sehingga dalam satu tahun bisa saja dua atau tiga kali warganya mengungsi gegara rumahnya digenangi air.

Zainal berpendapat, satu-satunya solusi untuk mempercepat surutnya air yang menggenangi rumah warganya adalah dilakukan normalisasi pada drainase tersebut.

“Untuk mengatasi banjir segera surut dari permukiman penduduk, kami berharap adanya campurtangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang melalui anggaran yang ada untuk dilakukan normalisasi darinase,” harap Zainal.

Terkait banyaknya sampah yang turut andil dalam penyumbatan pada gorong-gorong drainase, Zainal tidak sepenuhnya menyalahkan warganya yang membuang sampah sembarangan atau tidak memusnahkan sampah melalui proses pembakaran.

Ujarnya, sampah-sampah tersebut juga datang bersama air sungai yang meluap kepermukiman dan sebahagian lagi sampah kiriman yang hanyut dari desa tetangga melalui jalur parit yang mengalir ke desa itu.

Diakui Zainal, kendala yang tidak pernah berkesudahan di desanya hanya soal pengendalian air banjir yang kerap melanda menggenangi rumah penduduk di Tiga Dusun. Namun Dusun Citra III yang paling terparah. (Suparmin)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses