Mukomuko, Medianasional.id – Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, menyatakan, untuk saat ini stok obat untuk mengobati hewan yang terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) habis. Untuk melanjutkan pengobatan, dinas itu masih menunggu bantuan obat PMK dari provinsi Bengkulu. Sedangkan dana sebesar Rp 70 juta yang tersedia di APBD Perubahan untuk membeli obat-obatan PMK, belum dapat dibelanjakan lantaran masih proses verifikasi di provinsi.
“Kami dapat dana Rp 70 juta untuk membeli obat-obatan PMK. Tapi dana itu belum bisa dibelanjakan karena APBD Perubahan masih verifikasi provinsi. Kami juga sudah mengajukan bantuan obat PMK ke provinsi, karena stok kita sudah habis,” terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, ST, MT.
Ia juga menjelaskan, kasus PMK yang menyerang ternak sapi, kerbau, dan kambing milik warga di daerah ini jumlahnya terus meningkat. Data yang ia miliki, jumlah kasus PMK saat ini sudah mencapai 3.358, dan sebanyak 1.158 ternak dinyatakan masih dalam pengobatan, ternak yang sembuh sebanyak 2.283 ternak. Diakui Apriansyah, untuk ternak yang mati akibat PMK jumlahnya sangat sesikit yaitu sebanyak 9 ekor. Kecilnya jumlah ternak yang mati, dan besarnya jumlah ternak yang sembuh dari PMK, berkat kerja keras seluruh petugas peternakan yang ada di daerah ini. Bahkan untuk penanganan PMK, pihakanya juga dibantu fasilitator untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Ada sebanyak 14 fasilitator membantu tugas kami mengedukasi masyatakat di 15 wilayah kecamatan. Kami juga berharap, selama obat PMK tidak ada, pemilik ternak dapat memanfaatkan obat-obatan herbal atau alami untuk mencegah PMK. Dan terpenting lagi, untuk menekan laju penularan PMK, pemilik ternak diharapkan dapat memelihara ternaknya dengan baik,” pesan Apriansyah.






