Steve Mara Apresiasi Program Diskursus Pemolisian Polda Papua

Papua273 Dilihat
Tokoh Muda Indonesia asal Papua Steve Mara bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K.

Jayapura, medianasional.id- Diskursus Pemolisian Polda Papua menuju Papua damai dan sejahtera saat ini sedang dilakukan Polda Papua. Tujuannya untuk membangun pendekatan dengan masyarakat secara humanis atau soft approach policing.

Salah satu konsep pendekatan yang dijalankan Polda Papua adalah Binmas Noken. Binmas atau Bina Masyarakat yang dipadukan dengan nama Noken sebagai kearifan lokal memiliki makna yang sangat penting  yaitu dalam mendukung masyarakat Papua untuk hidup makmur dan luhur.

Binmas Noken diimplementasikan dengan nama kearifan masyarakat lokal, yaitu: Kasuari (Kesejahteraan Untuk Anak Negeri), Koteka (Komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas), Si-ipar (Polisi Pi-Ajar), Peka (Peduli Kamtibmas), Matoa (Millennial Torang Maju), Papeda (Pemuda Pemudi Cendekia), TIFA (Torang Insan Faham Adat: Madarwis), Keladi Sagu (Kesehatan Lambang Diri-Sehat Guna), Gempita (Gembala Pelita Kamtibmas) dan Pace-Pol.

Oleh sebab itu Polda Papua akan menjalankan Operasi Damai Cartenz dan Rasaka (Rastra Samara Kasih) 2022.

Operasi Damai Cartenz dikatakan sebagai transformasi dari Operasi Nemangkawi. Sementara Operasi Rasaka dari Bahasa Sansekerta, yaitu Rasaka (Rasta Samara Kasih), Rastra: Bangsa, Samara: Penjaga, dan Kasih yang memiliki arti rasa memiliki dan menyayangi, bagaimana memberikan yang terbaik untuk orang lain. Sedangkan nama Cartenz diambil dari nama puncak gunung tertinggi di Indonesia yang berada di Papua.

Program itupun mendapat apresiasi penuh dari berbagai pihak, diantaranya datang dari Tokoh Muda Indonesia asal Papua Steve Mara.

Ia berujar, bahwa pihaknya (pemuda-pemudi) sangat mengapresiasi Diskursus Pemolisian yang dilakukan Polda Papua dengan program seperti Binmas Noken, Operasi Damai Cartenz dan Rasaka. Membangun budaya damai adalah tanggung jawab kita bersama dan harus dilakukan dengan strategi yang tepat. Kapolda Papua telah melakukan langkah yang tepat untuk menciptakan damai yang positif di Papua, bahwa Operasi dengan menggunakan kekuatan persenjataan harus diganti dengan Operasi Damai.

“Kami berharap Operasi Damai Cartenz yang dilakukan oleh Polda Papua ini harus dicontohi oleh Polda seluruh Indonesia, dengan menggunakan nama puncak gunung tertinggi di Indonesia artinya Damai Cartenz adalah puncak yang harus dituju oleh Indonesia menuju Indonesia Emas tahun 2045,” kata Steve Mara.

Menurutnya, Konsep pemikiran damai harus terus dibangun ditubuh Polri agar Kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban tetapi juga menciptakan damai ditengah masyarakat.

“Kami berharap, bahwa Program yang dimaksud dapat terlaksana dengan baik, dan Polda Papua menjadi contoh untuk Polda Seluruh Indonesia dan bisa membawa konsep ini ketingkat Nasional,” tandas Steve Mara.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak dalam mendukung program Diskrusus Pemolisian Polda Papua.

“Bahwa program yang dilakukan oleh Polda Papua semata untuk mewujudkan Interaksi yang baik antara Polri dan Masyarakat serta untuk mendapatkan hati dan pikiran masyarakat Papua,”pungkas Kapolda.(Red)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses