SPPG Pekon Balak Terus Berbenah, Camat Apresiasi Perbaikan dan Dorong Pengelola Perkuat Komunikasi

Lampung Barat1355 Dilihat

Lampung Barat, Medianasional.id – Berbagai sorotan, temuan, serta kendala yang muncul dalam pelaksanaan sejumlah program pemerintah, termasuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak serta-merta menunjukkan bahwa program tersebut buruk. Di sisi lain, pelaksanaan program di lapangan memang membutuhkan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Selain memberikan manfaat bagi para penerima, keberadaan program tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, salah satunya melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan keterlibatan masyarakat sekitar.

Hal tersebut terlihat pada salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Pemangku 6, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat. SPPG yang dikelola pihak yayasan tersebut terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun pengelolaan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

SPPG Pekon Balak saat ini melayani sekitar 3.379 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Batu Brak.

Langkah pembenahan tersebut mendapat perhatian dari Camat Batu Brak, Rusman, S.Sos., MM., yang didampingi Peratin Pekon Balak Sarnada saat melakukan kunjungan untuk memastikan kondisi kebersihan serta kelancaran sanitasi di dapur SPPG.Kamis (27/8/2026).

Rusman mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya, di mana pihaknya menemukan sejumlah sarana yang perlu dilakukan pembenahan.

“Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kami yang pertama. Saat itu kami menilai ada beberapa sarana yang perlu dibenahi. Pada kunjungan kali ini, kami melihat temuan tersebut sudah diperbaiki. Untuk itu, saya mengapresiasi langkah cepat pihak SPPG dalam menindaklanjuti berbagai masukan yang kami sampaikan,” ujar Rusman.

Menurutnya, komunikasi antara pengelola SPPG dengan pemerintah, pihak sekolah, serta masyarakat harus terus diperkuat. Hal tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan program sekaligus memastikan pelaksanaannya semakin baik.

“Ke depan, kami berharap pihak SPPG terus berkomunikasi dengan semua pihak. Program ini sangat baik dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat maupun para siswa penerima. Pengelola juga perlu terus berinovasi dalam menu yang diberikan serta menerima masukan dari pihak sekolah, karena masukan tersebut sangat penting untuk perbaikan dapur SPPG,” katanya.

Senada dengan Camat Batu Brak, Peratin Pekon Balak Sarnada yang juga Ketua APDESI Kabupaten Lampung Barat menyampaikan bahwa Pemerintah Pekon Balak sejak awal mendukung keberadaan SPPG, terlebih dapur tersebut berada di wilayah Pekon Balak.

“Sejak awal pendirian, pihak pemerintah pekon selalu mendukung program ini, terlebih dapurnya berada di Pekon Balak. Apa pun saran dan kritik yang disampaikan tentunya tidak ada maksud yang tidak baik, tetapi semata-mata untuk kemajuan SPPG itu sendiri,” ungkap Sarnada.

Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak agar keberadaan SPPG dapat diterima dan berjalan harmonis di tengah masyarakat.

“Jalin komunikasi dengan semua pihak, karena itu menjadi kunci agar kita bisa berbaur di tengah masyarakat, terlebih di Pekon Balak,” tambahnya.

Sementara itu, Tamara Manulang selaku mitra yayasan menyambut baik kunjungan dan perhatian dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah pekon.

Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan program masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, pihaknya memastikan proses pembenahan terus dilakukan seiring berjalannya waktu.

“Kekurangan memang ada, tetapi seiring waktu kami terus berbenah dan selalu berkomunikasi untuk kemajuan dapur SPPG yang ada, terlebih SPPG di Pekon Balak,” jelas Tamara.

Menurut Tamara, keberadaan SPPG di Pekon Balak diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi pekon tersebut. Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga nama baik yayasan maupun Pekon Balak.

“Tanpa kehadiran SPPG di Pekon Balak, pekon ini juga sudah dikenal dengan peradaban dan budaya lokal yang tinggi. Itu juga yang selalu kami jaga, termasuk nama baik yayasan dan Pekon Balak itu sendiri,” ujarnya.

Tamara berharap kritik dan masukan yang disampaikan berbagai pihak dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola.

“Untuk itu saya berharap masukan dan komunikasi yang baik terus dilakukan agar kami bisa mengetahui kekurangan yang ada dan melakukan perbaikan,” katanya, didampingi Kepala SPPG Pekon Balak, Heri Setiawan.

Masukan dari Sekolah

Apresiasi terhadap keberadaan program MBG juga datang dari pihak sekolah. Salah seorang kepala sekolah taman belajar anak menyampaikan bahwa makanan yang diterima siswa sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi peserta didiknya.

Namun demikian, ia juga memberikan masukan agar menu yang diberikan dapat lebih disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan usia penerima manfaat.

“MBG yang kami terima sangat membantu siswa di sekolah. Kalau boleh memberikan saran kepada pihak SPPG Pekon Balak, makanan yang diberikan sebaiknya tidak selalu sama dengan makanan yang diterima siswa dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk anak PAUD dan TK tentu bisa disesuaikan, karena kebutuhan dan kemampuan mereka berbeda,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para siswa.

Terkait distribusi makanan, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa sejauh ini tidak mengalami keterlambatan dan pendistribusian berjalan tepat waktu.

“Sejauh ini tidak ada keterlambatan dan selalu tepat waktu,” tutupnya.

Dengan adanya evaluasi, komunikasi dan pembenahan secara berkelanjutan, keberadaan SPPG diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi para siswa, tetapi juga dapat berjalan secara tertib, higienis, tepat waktu, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses