Spanduk Peringatan Protokol Kesehatan Di Dindikbud Kabupaten Pemalang Jadi Perhatian Warga

214 views

Pemalang, medianasional.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah terkait pemasangan spanduk berupa anjuran atau himbauan bertuliskan “Kawasan Wajib Pakai Masker dan Cuci Tangan Sesuai Protokol Kesehatan” sepintas pemandangannya sangat menggelitik, kepala dinasnya seperti tak memakai masker sungguhan.

Walhasil pemandangan spanduk ini jika diperhatikan begitu menggelikan, lalu lalang kendaraan atau tamu yang melewati jalan maupun kantor tersebut sempat berfikir dan bertanya-tanya, karena masker yang digunakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang hanya menutupi mulut saja, tak menutupi hidung.

Dinilai selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang tak serius dalam penanganan maupun pencegahan wabah pendemi Corona atau Covid – 19.

Lucunya foto yang terpampang di spanduk tersebut menjadi bahan tertawaan atau candaan sebagian pengguna jalan serta tamu kantor tersebut.

Spanduk “Kawasan wajib pakai masker dan Cuci Tangan Sesuai Protokol Kesehatan” pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang membuat tanda tanya besar, padahal spanduk itu sudah dipasang berhari-hari lamanya.

Tentunya ini mencerminkan ketidakmampuan serius untuk melakukan pencopotan spanduk segera diturunkan dan diganti yang lebih baik atau elegan.

Sisono selaku pemerhati dunia pendidikan Kabupaten Pemalang ketika dimintai tanggapannya menyampaikan “Percetakan semestinya harus bertanggung jawab sudah tahu bahwa di Kabupaten Pemalang termasuk zona merah publik figur seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang kesannya dilecehkan” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang Mualip saat akan diminta konfirmasi dan klarifikasinya pada Jum’at (7 / 8 / 2020) tidak berada ditempat.

( Agus Sarbini )

DomaiNesia

Dindikbud Pemalang Mualip Spanduk Peringatan Protokol Kesehatan Di Dindikbud Pemalang Lucu

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.